Arab Saudi Tak Mau Kompromi, Tetap Bersikeras Tolak Jemaah Umrah dari Indonesia, Lho, Apa Alasannya?
Sikap tegas Arab Saudi itu ternyata untuk mencegah penuralan virus corona (Covid-19) yang sampai saat ini masih menyebar luar di negara tersebut.
Arab Saudi Tak Mau Kompromi, Tetap Bersikeras Tolak Jemaah Umrah dari Indonesia, Lho, Apa Alasannya?
POS-KUPANG.COM, GRESIK - Pemerintah Arab Saudi tak mau berkompromi dengan pemerintah Indonesia soal jamaah umrah.
Kali ini Arab Saudi kembali menolak kedatangan para jemaah umrah asal Indonesia yang hendak umroh ke negara itu.
Sikap tegas pemerintah Arab Saudi itu terlihat ketida ada jadwal keberangkatan calon jemaah umrah (CJH) 2021 dari Indonesia untuk beribadah umrah ke Tanah Suci.
Atas sikap pemerintah Arab Saudi itulah kemungkinan besar keberankatan semua calon jemaah umrah asal Indonesia ditunda untuk jangka waktu yang tidak tentu.
Sikap tegas Arab Saudi itu ternyata untuk mencegah penuralan virus corona (Covid-19) yang sampai saat ini masih menyebar luar di negara tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Markus mengatakan, ada 228 CJH asal Gresik yang semestinya diberangkatkan tahun 2020 lalu.
Bahkan sampai saat ini ia juga belum bisa memastikan kapan para jemaan itu akan diberangkatkan, sebab sampai saat ini pemerintah Arab Saudi masih menolak kedatangan para jamaah umrah, termasuk dari Indonesia.

Ada kemungkinan ditunda lagi karena ada larangan dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Sampai saat ini, kata Markus, belum bisa memastikan, sebab keberangkatan umrah masih beberapa bulan lagi.
Menurut Markus, ada juga kemungkinan berangkat apabila nanti menjelang keberangkatan umrah, pemerintah Arab Saudi sudah memberikan izin, otomatis CJH 2021 ini tidak ditunda.
Meski telah mendapat informasi WNA dilarang masuk ke Arab Saudi, namun sejauh ini Kemenag belum menerima salinan putusan.
Terutama dari Dirjen Penyelenggaran Umrah.
Selain berdampak pada pemberangkatan CJH, hal yang sama dialami oleh warga yang hendak menunaikan ibadah umroh.
Khusus ini otomatis sementara waktu distop dulu sambil informasi lebih lanjut dari pemerintah Arab Saudi.