Lurah Kamalaputi Belum Pastikan Siapa Pembuang Bangkai Babi di Jembatan Manubara
siapa oknum yang membuang bangkai ternak babi di sekitar Jembatan Manubara, Kelurahan Kamalaputi.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Lurah Kamalaputi Belum Pastikan Siapa Pembuang Bangkai Babi di Jembatan Manubara
POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Lurah Kamalaputi, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Ermy Antonia, S.P belum memastikan siapa oknum yang membuang bangkai ternak babi di sekitar Jembatan Manubara, Kelurahan Kamalaputi.
Ermy menyampaikan hal ini saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Rabu (3/2/2021).
Menurut Ermy, pihaknya belum bisa memastikan siapa yang membuang bangkai babi di bahu jalan dekat Jembatan Manubara tersebut. Apalagi, lanjutnya, lokasi pembuangan bangkai itu bukan berada dalam pemukiman warga.
"Kita belum tahu siapa gerangan yang membuang bangkai di dekat jembatan itu. Apakah itu warga Kelurahan Kamalaputi ataukah warga dari luar," kata Ermy.
Ermy mengakui, lokasi pembuangan bangkai itu masuk wilayah administratif Kelurahan Kamalaputi.
Dijelaskan, sesuai informasi warga bahwa aksi pembuangan bangkai itu biasanya dilakukan pada malam hari. Oknum yang membuang bangkai itu juga biasanya menggunakan kendaraan kemudian lewat dan membuang bangkai.
Ermy juga mengatakan, pihak kelurahan telah menyampaikan kepada masyarakat setempat, apabila ada yang memelihara ternak babi dan terserang penyakit kemudian mati, maka bangkainya dikuburkan.
"Saya harapkan, apabila ada warga Kamalaputi yang pelihara ternak babi kemudian mati, tolong bangkainya dikubur. Jangan dibuang sembarangan," ujarnya.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Rabu (3/2/2021), bangkai babi dibuang di bahu jalan sekitar Jembatan Manubara, Kamalaputi.
Bangkai babi ini ditutup dengan karung atau semacam terpal berwarna biru. Nampak bangkai ternak babi itu merupakan ternak babi dewasa yang mati diduga akibat penyakit virus African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika.
Adanya bangkai di sekitar jembatan ini, maka siapa saja yang melintas akan menghirup aroma tidak sedap dari bangkai babi itu.
Informasi yang diperoleh, bangkai babi itu sudah ada di lokasi itu sejak Selasa (2/2/2021) sore.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur, Ir. Yohanis Radamuri yang dikonfirmasi mengakui, saat ini sesuai pemantauan di lapangan bahwa sudah ada lagi kasus penyakit pada ternak babi, yakni ASF.
Menurut Yohanis, sesuai surat imbauan dari Dinas Peternakan Provinsi NTT bahwa sejak akhir tahun 2020 lalu sudah muncul lagi kasus ASF gelombang kedua.
"Memang benar, sesuai pantauan kami bahwa saat ini di Waingapu dan sekitarnya ada bangkai-bangkai babi," kata Yohanis.