Breaking News:

Salam Pos Kupang

Dukung Pemprov Sewa Lab PCR Swasta

PERKEMBANGAN jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTT sejak akhir 2020 hingga awal Januari 2021 begitu pesat

Dukung Pemprov Sewa Lab PCR Swasta
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PERKEMBANGAN jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTT sejak akhir 2020 hingga awal Januari 2021 begitu pesat. Dari data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi NTT diketahui jumlah pasien positif setiap harinya mendekati 100 orang.

Bahkan pada hari-hari tertentu jumlahnya di atas ratusan orang. Hingga akhir Januari 2021 total pasien positif Covid-19 di NTT mendekati 5.000 orang.

Meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 setiap harinya kian mengkhawatirkan dan tidak bisa dianggap enteng. Apalagi pertambahannya tidak hanya datang dari pelaku perjalanan tapi lebih banyak melalui transmisi lokal. Itu artinya virus itu sudah menyebar diantara sesama masyarakat, diantara anggota keluarga.

Deretan Keindahan Pariwisata NTT: Tak Hanya Andalkan Komodo

Pertambahan jumlah pasien positif Covid-19 yang kian cepat itu tentu membutuhkan langkah cepat dan tepat pula untuk menanganinya. Secara institusi langkah cepat ini secara formal dilakukan oleh pemerintah. Walaupun disadari sepenuhnya tugas besar ini tidak hanya berada di pundak pemerintah tapi perlu dukungan dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan atau ketentuan lain yang ditentukan pemerintah.

Salah satu hambatan yang dihadapi pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 di NTT selama ini terbatasnya laboratorim yang dimiliki pemerintah untuk pemeriksaan sampel swab.

Sarwendah: Tepis Tuduhan

Selama ini pemeriksaan sampel swah dari seluruh kabupaten/kota di NTT hanya dilakukan di RSUD WZ Johannes Kupang. Di sisi lain kapasitas yang dimiliki laboratorium RSUD WZ Johannes Kupang sangat terbatas.

Sebagaimana diakui Direktur RSUD WZ Johannes Kupang, dr Mindo Sinaga, kapasitas laboratorium Biomolekular di RSUD WZ Johannes Kupang hanya bisa memeriksa 282 sampel dalam dua atau tiga shift.

Kemampuan laboratorium ini tidak bisa mengimbangi kecepatan pengiriman sampel dari daerah yang begitu banyak. Belum lagi ada petugas kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Juga hambatan transportasi di provinsi kepulauan ini terutama pada musim hujan seperti saat ini.

Kondisi tersebut mengakibatkan hasil pemeriksaan sampel swab yang dikirim dari kabupaten/kota baru bisa diterima kembali oleh pemerintah kabupaten/kota dalam hal ini satgas Covid-19 dalam rentang waktu dua minggu, yakni 14 sampai 20 hari. Hal ini dinilai menghambat proses pencegahan dan penanganan perkembangan Covid-19 yang melaju sengan sangat cepat.

Menghadapi kondisi ini kita mendukung upaya yang dilakukan Pemprov NTT meminta bantuan PCR ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI agar bisa dibangun di Pulau Sumba dan Flores. Pengadaan laboratorium di dua kabupaten itu selain mengatasi persoalan atau hambatan transportasi dalam pengiriman sampel swab juga untuk mempercepat pemeriksaan sampel swab di dua pulau tersebut.

Tapi perlu disadari, bantuan pemerintah pusat itu tidak serta merta diterima namun butuh waktu. Agar hambatan dalam mempercepat pemeriksaan sampel swab bisa segera diatasi maka upaya menyewa laboratorium PCR swasta merupakan pilihan tepat yang perlu segera dilaksanakan. Jangan hanya sebatas rencana tapi rencana yanh perlu segera diikuti dengan action.*

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved