Januari 2021, NTT Inflasi 0,40 Persen
Nusa Tenggara Timur ( NTT) mengalami inflasi sebesar 0,40 persen pada Januari 2021
Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Nusa Tenggara Timur ( NTT) mengalami inflasi sebesar 0,40 persen pada Januari 2021. Hal itu menunjukkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen ( IHK) dari 104,02 pada Desember 2020 menjadi 104,44 pada Januari 2021.
Inflasi ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga pada 6 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 1,05 persen, diikuti kelompok transportasi sebesar 0,27 persen.
Dalam siaran langsung Pers Rilis Berita Resmi Statistik BPS NTT melalui youtube HUMAS BPS NTT, Senin (1/2/2021), Kepala BPS NTT Darwis Sitorus menyampaikan, inflasi Januari 2021 lebih rendah dibandingkan inflasi Januari 2020 yang sebesar 0,53 persen.
Baca juga: Pater Servulus Isaak SVD Tutup Usia, Ini Kesaksian Konfrater SVD Ruteng, Pater Wilfrid Babun SVD
Pemberi andil terbesar dalam inflasi NTT Januari 2021 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,35 persen. Komponen bahan makanan juga memberikan andil 0,34 persen.
Inflasi ini tentunya disumbangkan oleh kota penyumbang inflasi di NTT yakni Kota Kupang, Kota Maumere, dan Kota Waingapu. Kota Kupang sendiri mengalami inflasi sebesar 0,55 persen, Kota Maumere mengalami deflasi sebesar 0,57 persen, dan Kota Waingapu mengalami inflasi sebesar 0,24 persen.
Baca juga: Selama Sebulan 10 Pasien Positif Covid-19 di Manggarai Barat Meninggal Dunia
Darwis menguraikan, kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar bagi inflasi Kota Kupang pada Januari 2021 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,48 persen dan inflasi 1,52 persen. Andil terbesar kedua berasal dari transportasi dengan andil 0,07 persen dan inflasi 0,48 persen. Kemudian, urutan ketiga berasal dari kelompok pengeluaran informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan andil 0,01 persen dan inflasi 0,09 persen. Ada beberapa kelompok pengeluaran yang alami deflasi seperti kelompok pengeluaran perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,06 persen. "Dari kelompok pengeluaran itu kita bisa melihat bahwa komponen bahan makanan untuk Kota Kupang memberikan inflasi sebesar 2,02 persen dari andil 0,47," ucap Darwis.
Selanjutnya, Kota Maumere mengalami deflasi 0,57 persen. Pemicu deflasi Januari 2021 di Kota Maumere adalah penurunan indeks harga pada 4 dari 11 kelompok pengeluaran. Penurunan indeks harga terbesar adalah kelompok transportasi sebesar -2,46 persen diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -1,14 persen. Komoditas utama yang menyumbang deflasi yakni turunnya tarif angkutan udara, harga ikan layang, sawi hijau, tomat, cabai rawit, daun singkong, ikan tongkol, wortel, cumi-cumi, dan daging ayam ras.
Sementara itu, Kota Waingapu mengalami inflasi sebesar 0,24 persen dengan andil terbesar berasal dari kelompok bahan makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,12 persen. Andil berikutnya dari kelompok transportasi sebesar 0,06 persen. Berikutnya, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil 0,05 persen. Penyumbang inflasi adalah sawi hijau, tomat, cabai rawit, angkutan udara, nasi dengan lauk, pisang, seng, bayam, wortel, dan penyedap masakan.
"Kalau bandingkan dengan 90 kota IHK, bahwa ada 75 kota yang alami inflasi dan 15 kota yang alami deflasi. Dua kota di NTT ada dalam 75 kota yang alami inflasi itu, dan Maumere masuk dalam 15 kota yang alami deflasi," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/januari-2021-ntt-inflasi-040-persen.jpg)