Longsor di Tuke Nikit Putuskan Pipa Air, Direktur Perumda Tirta Komodo Manggarai Minta Maaf

Longsor di Tuke Nikit putuskan pipa air, Direktur Perumda Tirta Komodo Manggarai Minta Maaf

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Tampak petugas Perumda Tirta Komodo Manggarai sedang memperbaiki pipa yang rusak. 

Longsor di Tuke Nikit putuskan pipa air, Direktur Perumda Tirta Komodo Manggarai Minta Maaf

POS-KUPANG.COM | RUTENG---Hujan dengan itensitas sedang hingga lebat di wilayah Manggarai pada tiga hari terakhir ini, mengakibatkan terjadinya longsor di tebing Tuke Nikit, Desa Poco Likang, Kecamatan Ruteng, Minggu (31/1/2021) kemarin.

Akibat tanah longsor yang berdekatan dengan tambang pasir tradisional milik masyarakat setempat ini memutuskan pipa air transmisi milik Perumda Air Minum Tirta Komodo Manggarai ke wilayah Cancar dan sekitarnya. Sehingga dengan putusnya pipa air itu aliran air ini di wilayah tersebut tidak berjalan sementara ini atau macet.

Baca juga: Pemkab Belu Alokasikan Rp 22 M Tangani Covid-19

Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo Manggarai, Man Klemens, SH, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (1/2/2021) pagi, menyebutkan, akibat kerusakan jaringan pipa Perumda Tirta Komodo yang menuju ke Unit Cancar putus. Hal ini berdampak pada aliran air ke rumah-rumah pelanggan terganggu untuk sementara.

Karena itu, kata Klemens, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan unit Cancar yang terdampak dari kemacetan air itu.

Baca juga: Bencana dan Spekulasi Teologis

"Kami mohon maaf kepada para pelanggan Unit Cancar yang terdampak dari kemacetan ini,"ungkap Klemens.

Klemens mengatakan, petugas PAM IKK Cancar saat ini sedang bekerja keras untuk memperbaiki pipa yang putus akibat dihantam tanah longsor itu. Sehingga diharapkan untuk masyarakat bersabar.

Klemens juga menjelaskab, pipa yang putus akibat tanah longsor terletak di Tuke Nikit, Bagian Timur Reservoir Perudam Tirta Komodo Nterlango yang terdiri dari Pipa Gip (besi) diameter 6 dan pipa jenis Maspion PVC diameter 4.

Pipa ini mengalirkan air dari mata air Wae Lerong yang berada pada elevasi kurang lebih 1.400 meter dari Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong.

Dikatakan Klemens, Sumber air baku ini menggunakan system gravitasi dengan kapasitas produksi 4 liter per detik dengan bentangan jaringan sepanjang 7,5 km.

Adapun total pelanggan yang terdampak akibat putusnya jaringan pipa ini sebanyak 2.281 pelanggan yang mencakup wilayah sebagai berikut, Langkas, Rai, Cancar, Pong Noang, Weol/Wae Moro, Cumbi, Kuwu St Klaus, Bahong, Desa Compang Dalo, Desa Pong Murung dan Desa Poco Likang.

"Untuk aduan kemacetan, pelanggan bisa menghubungi call center berikut: Hp ( 0822 3571 04 25) dan Telepon (0385 21295),"tutup Klemens. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved