Kafe Sawah Desa Detusoko Barat-Ende: Ngopi Sambil Menikmati Panorama Sawah

Kafe sawah Desa Detusoko Barat- Ende: Ngopi sambil menikmati panorama sawah

Editor: Kanis Jehola
Kompas.com/Dokumen Kades Detusoko Barat
Cafe Lepalio, Desa Detusoko Barat Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT 

Kafe sawah Desa Detusoko Barat- Ende: Ngopi sambil menikmati panorama sawah

POS-KUPANG.COM - Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko adalah salah satu desa penyangga destinasi wisata yang mendunia, yakni Taman Nasional Kelimutu. Pemerintah Desa Detusoko membangun sebuah kafe bernama Lepalio Cafe.

Kafe yang terletak di pinggir jalan negara Trans Flores ini baru saja di-launching sekitar satu pekan. Apa keunikan Lepalio Cafe? Lokasinya yang tepat berada di pinggir sawah milik para petani.

Baca juga: Ririn Ekawati: Menikah

Di kafe ini, wisatawan bisa ngopi santai dan makan sambil memandang panorama alam sawah yang luas dan indah. Wisatawan juga bisa menyaksikan para petani yang sedang membajak sawah, menyiangi rumput, dan memanen padi. Semuanya bisa, tergantung musimnya.

Di atas kafe, wisatawan juga bisa ber-selfie ria berlatar areal sawah yang hijau. Pengunjung juga bisa berfoto dengan para petani.

Kepala Desa Detusoko Barat, Nando Watu mengatakan, Lepalio Cafe juga hadir sebagai tanggapan pemberdyaan di tingkat desa dalam menanggapi Flores dan Komodo sebagai destinasi wisata premium.

Baca juga: Sidarto Danusubroto dan Nasihat untuk Jokowi: Salut, Presiden Calonkan Listyo Sigit Jadi Kapolri

Wisatawan yang datang ke Kelimutu berharap bisa singgah dan menikmati aneka suguhan produk lokal di desa.

Kehadiran kafe sebagai salah satu show case product unggulan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan juga produk desa-desa sekitarnya.

"Lepalio Cafe dalam sajian menu, akan menampilkan aneka sajian berbasis bahan dasar lokal sebagai tujuan untuk mengangkat citra kuliner lokal," kata Nando saat ditemui di Lepalio Cafe, Jumat (29/1/2021).

Pihaknya ingin mengangkat kekhasan aneka makanan lokal Suku Lio. Hanya ada sedikit modifikasi agar sesuai citra wisatawan.

Lepalio Cafe yang berkolaborasi dengan BUMDes juga akan menjadi ruang pembelajaran, edukasi, dan literasi.

Di Lepalio Cafe juga ditampilkan aneka musik musik lokal dan akan ada space khsusus untuk pustaka informasi aneka warisan tradisi budaya Lokal. "Lepalio Cafe akan mejdi semacam "One Stop Service".

"Dalam satu kali stop, orang akan mendapat aneka informasi, baik informasi wisata Desa Detusoko dan informasi wisata Ende dan Flores, produk lokal desa, juga menikmati aneka kuliner lokal," kata Nando.

Nando melanjutkan, Lepalio Cafe merupakan salah satu unit usaha BUMDes Kaula Muda di desa melalui Kelompok Remaja Mandiri Community (RMC) yang memiliki program kewirausahaan sosial.

"Jadi kehadiran Lepolio Cafe itu sebagai ruang pembelajaran enterpreuner di desa. Dalam hal ini RMC sebagai komunitas yang didukung oleh berbagai elemen akan mendorong pendapatan asli desa," ujar Nando.

Ia melanjutkan, kehadiran Lepalio Cafe juga semacam Detusoko Creative Hub, sebagai ruang kreativitas bagi anak anak muda untuk bisa belajar, meningkatkan skil, pengalaman, dan pengetahuan tentang kewirauhaan.

"Tujuan jangka panjangnya adalah untuk menciptakan enterpreuner muda di desa yang kelak setelah mereka lanjut studi ke luar dan kembali ke kampung halaman," imbuh Nando.

Bagi Anda yang hendak berkunjung ke danau Kelimutu, jangan lupa mampir di Lepolio Cafe. Nikmati minuman dan makanan khas Lio untuk menghapus rasa dahaga dan lapar. (kompas.com)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved