CHINA vs AMERIKA Memanas, China Gelar Latihan Perang di Teluk Tonkin, Amerika Sebut Perilaku Agresif

Kelompok tempur yang dimpimpin Kapal Induk USS USS Theodore Roosevelt bertugas untuk menjaga kebebasan navigasi di wilayah itu

Editor: Alfred Dama
REUTERS/Kham
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan AS menolak klaim maritim Beijing yang berlebihan di Laut China Selatan. 

CHINA vs AMERIKA Memanas, China Gelar Latihan Perang di Teluk Tonkin, Amerika Sebut Perilaku Agresif

POS KUPANG.COM -- China langsung menggelar latihan perang di Teluk Tonkin menyusul masuknya kelompok tempur Angkatan Laut AS di Laut China Selatan

Kelompok tempur yang dimpimpin Kapal Induk USS USS Theodore Roosevelt bertugas untuk menjaga kebebasan navigasi di wilayah itu

Sementara China menganggap kehadiran militer AS itu merupakan bentuk provokasi yang menyeabkan ketidak stabilan di kawasan

Hubungan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas.

Hal ini dipicu setelah Amerika Serikat menuduh China memulai latihan berbahaya di Laut China Selatan.

Baca juga: Anggota DPR Sebut NTT Tak Ada Istimewa Selain Komido, Natizen Sebut Pria ini Masuk Angin

Baca juga: Calon Suami Ayu Ting Ting Hanya Karyawan Biasa, Terungkap Tempat Kerja  Adit Jayusman

Baca juga: Setelah 9 Tahun Bercerai, kini Jadi Pejabat, Nasib Mantan Istri Sahrul Gunawan Tolak Dipoligami

Ini karena China melakukan latihan militer di Teluk Tokyo dan Semenanjung Lizhao pekan lalu.

Melansir laman berita Russia Today, Minggu 31 Januari 2021, sebuah pernyataan muncul tak lama setelah kelompol lobi pro NATO mengeluarkan proposal yang ditulis secara anonym berisi scenario konflik jangka panjang melawan Beijing.

Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (PACOM) mengumumkan pada Jumat (29/1/2021) malam, penerbangan militer China selama seminggu terakhir tidak menimbulkan ancaman apa pun bagi kapal, pelaut, atau pesawat Angkatan Laut AS.

Seorang pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama mengatakan pesawat tempur China tidak pernah terbang mendekat dalam jarak 250 mil laut (463 km) dari kelompok kapal induk USS Theodore Roosevelt, di Laut China Selatan.

Tidak jelas apakah pernyataan itu merujuk pada penerbangan akhir pekan lalu dari Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat di dekat Taiwan, atau gerakan militer apa pun.

Pulau Taiwan yang diklaim China sebagai wilayahnya sendiri, tetapi telah diperintah para nasionalis yang kalah yang melarikan diri dari daratan pada revolusi 1949.

Komando Asia Pasifik Sebut Perilaku Beijing Agresif

Di sisi lain, PACOM menggambarkan aktivitas militer China sebagai bagian "pola perilaku agresif dan destabilisator".

Sebaliknya, Beijing menuduh kehadiran kapal AS di Laut China Selatan "tidak kondusif bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan itu. ”

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved