Breaking News:

Opini Pos Kupang

Urgensi Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Covid-19

Tak dapat dielak bahwa kita semua sedang mengalami dampak dari mewabahnya virus corona

Urgensi Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Covid-19
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Oleh : Eduardus Johanes Sahagun, Calon Widyaiswara Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi NTT

POS-KUPANG.COM - Tak dapat dielak bahwa kita semua sedang mengalami dampak dari mewabahnya virus corona. Bisa dikata, pandemi Covid-19 adalah teror besar abad ini yang menggerogoti pikiran dan kesehatan seluruh masyarakat, tidak hanya mereka yang menjadi garda terdepan (para tenaga medis dan tenaga kesehatan), melainkan kita semua tanpa terkecuali.

Masifnya perkembangan wabah Covid-19 ini telah mengacaukan semua perspektif, sehingga mau tidak mau kita hanya bisa berusaha meminimalisir perkembangannya dengan menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan psikis.

Berbagai upaya sudah dilakukan Pemerintah, baik di tingkat pusat, maupun di daerah untuk mencegah penularan. Semua elemen masyarakat dihimbau bergotong royong memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Baca juga: Jalan Panjang Pandemi COVID-19 di Kota Kupang

Hal ini merupakan upaya pencegahan untuk kesehatan fisik. Lantas, bagaimana dengan upaya preventif dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang belum surut?

Gangguan Kesehatan Psikologis

Gangguan kesehatan psikologis (mental) yang terjadi selama pandemi Covid-19 disebabkan berbagai hal, antara lain; ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kesedihan dan kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari, ditambah kebingungan akibat informasi yang simpang siur.

Berbagai hal tersebut tidak hanya berdampak pada orang yang telah memiliki masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan umum, namun juga dapat memengaruhi orang yang sehat secara fisik.

Baca juga: Bongkar Saja Gedung Pasar Lama Sumba Barat

Beberapa kelompok orang yang rentan mengalami stres psikologis selama pandemi ini yakni orang dewasa, lansia, dan para tenaga medis.

Merujuk pada Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ-III), beberapa tekanan yang berlangsung selama pandemi ini antara lain; ketakutan dan kecemasan yang berlebihan akan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang terdekat, sulit berkonsentrasi, kecemasan dan rasa waspada yang berlebihan, buruknya kesehatan fisik, terutama pada penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi, serta munculnya gangguan psikosomatis, seperti adanya gejala yang mirip Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved