Duh, Wilayah Maritim Indonesia Jadi Bulan-bulanan Negara Ini Sampai Jadi Sorotan Dunia Loh, China?

Duh, Wilayah Maritim Indonesia Jadi Bulan-bulanan Negara Ini Sampai Jadi Sorotan Dunia Loh, China?

Editor: maria anitoda
KOMPAS.com/Istimewa/Ira Djuchri Menichini
Duh, Wilayah Maritim Indonesia Jadi Bulan-bulanan Negara Ini Sampai Jadi Sorotan Dunia Loh, China? 

POS-KUPANG.COM - Duh, Wilayah Maritim Indonesia Jadi Bulan-bulanan Negara Ini Sampai Jadi Sorotan Dunia Loh, China?

Indonesia sering menjadi korban penyelonongan kapal asing.

Pada Desember 2019, sejumlah kapal asing penangkap ikan milik China diketahui memasuki Perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Badan Keamanan Laut (Bakamla) pun melakukan upaya pengusiran.

Baca juga: Heboh, Amerika Buat Robot Pembunuh Mengerikan Terminator Tahun Ini, China & Rusia Sudah, Kok Bisa?

Baca juga: Tak Hanya Amerika, Kini Jerman Kirim Kapal Canggih Ini ke Laut China Selatan, Siap Perang Dunia III?

Baca juga: Akhirnya Terbongkar Ternyata Ini Sosok yang Jahati Keluarga Raffi Ahmad & Nagita Slavina, Siapa Ya?

Baca juga: Ambil dan Tukar KODE REEDEM ML Januari 2021, Kode Reedem Mobile Legend 30 Januari 2021 Juga Ada

Begitu juga pada September 2020 lalu, Kapal coast guard China dengan nomor lambung 5204 terdeteksi masuk di perairan Indonesia, tepatnya di ZEEI Laut Natuna Utara.

Tindakan tegas kembali dilakukan Bakamla RI, mengatakan melalui rilis yang disampaikan bahwa mereka menerjunkan KN Nipah 321 untuk mengusir mereka.

Sementara baru-baru ini, dua tanker yang terdiri dari MT Horse asal Iran dan MT Freya asal Panama diamankan Bakamla, karena diduga melakukan transfer BBM ilegal di Perairan Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (24/1/2021).

Rupanya, sikap Indonesia dalam menangani kapal-kapal asing yang memasuki wilayah Indonesia secara ilegal mendapat sorotan dunia.

Asia Times (27/1/2021), melaporkan, penemuan dua kapal tanker super yang melakukan transfer minyak mentah Iran untuk menghilangkan sanksi di lepas pantai barat Kalimantan menggarisbawahi peningkatan operasi pengawasan yang dilakukan oleh Angkatan Laut dan Penjaga Pantai Indonesia di seluruh nusantara yang luas selama empat tahun terakhir.

Hal itu disampaikan seorang panelis angkatan laut. Juga menyampaikan perlunya evaluasi hukum maritim Indonesia.

“Ini hal baru bagi mereka,” katanya.

“Meskipun mereka melakukan pekerjaan dengan baik, hukum maritim Indonesia mungkin harus dievaluasi ulang untuk menangani banyak masalah ini.”

Ia juga mencatat bahwa transfer tengah laut adalah pelanggaran Amerika Serikat, tetapi bukan sanksi PBB.

Baca juga: Akhirnya Terbongkar Ternyata Ini Sosok yang Jahati Keluarga Raffi Ahmad & Nagita Slavina, Siapa Ya?

Baca juga: Ambil dan Tukar KODE REEDEM ML Januari 2021, Kode Reedem Mobile Legend 30 Januari 2021 Juga Ada

Baca juga: Mendadak Miskin, 3 Shio Paling Apes Sabtu 30 Januari 2021, Makan Susah Uang Kering, Menyedihkan

Baru belakangan ini orang Indonesia juga menemukan kapal penelitian China yang transit telah menonaktifkan sistem identifikasi otomatis (AIS) mereka di perairan Indonesia, di mana mereka diduga melepaskan drone untuk memetakan dasar laut.

Dikatakan, melindungi laut kepulauan Indonesia seluas 1,8 juta kilometer persegi merupakan tantangan besar, tetapi sejak insiden serius yang melibatkan kapal Penjaga Pantai China pada tahun 2016, pihak berwenang telah memberikan perhatian lebih pada layanan pelacakan satelit untuk mengidentifikasi pergerakan kapal yang mencurigakan.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved