Berita Amerika
Heboh, Amerika Buat Robot Pembunuh Mengerikan Terminator Tahun Ini, China & Rusia Sudah, Kok Bisa?
Heboh, Amerika Buat Robot Pembunuh Mengerikan Terminator Tahun Ini, China & Rusia Sudah, Kok Bisa?
POS-KUPANG.COM - Heboh, Amerika Buat Robot Pembunuh Mengerikan Terminator Tahun Ini, China & Rusia Sudah, Kok Bisa?
Amerika Serikat (AS), Rusia, dan China merupakan tiga negara adidaya di dunia.
Tak hanya kuat secara ekonomi, mereka juga kuat secara militer dan teknologi.
Nah, oleh karenanya ketiga negara tersebut tidak pernah mau kalah bersaing.
Termasuk karena hal ini.
Baca juga: Tak Hanya Amerika, Kini Jerman Kirim Kapal Canggih Ini ke Laut China Selatan, Siap Perang Dunia III?
Baca juga: 40 Rumah Warga di Desa Siru Kabupaten Mabar Terendam Banjir
Baca juga: Akhirnya Terbongkar Ternyata Ini Sosok yang Jahati Keluarga Raffi Ahmad & Nagita Slavina, Siapa Ya?
Baca juga: Mendadak Miskin, 3 Shio Paling Apes Sabtu 30 Januari 2021, Makan Susah Uang Kering, Menyedihkan
Dilaporkan AS ingin membangun robot pembunuh karena tidak mau tertinggal dalam perlombaan senjata AI (kecerdasan buatan) dengan Rusia dan China.
Hal itu menurut Komisi Keamanan Nasional untuk Kecerdasan Buatan.
Dilansir dari dailystar.co.uk pada Jumat (29/1/2021), selama diskusi dua hari pada 25 dan 26 Januari, wakil ketua panel Robert Work mengatakan bahwa senjata yang dikendalikan AI akan membuat lebih sedikit kesalahan dalam panasnya pertempuran.
Misalnya lebih kecil membuat insiden dengan menembak teman sendiri lebih dan meminimalkan korban.
"Ini adalah keharusan moral untuk setidaknya mengejar hipotesis ini," katanya.
Panel tersebut mengatakan bahwa AI pasti akan digunakan dalam perang - baik oleh negara bangsa dan kelompok teror.
"AI berjanji bahwa mesin dapat melihat, memutuskan, dan bertindak lebih cepat, dalam lingkungan yang lebih kompleks, dengan lebih akurat daripada manusia," kata panel.
Mereka juga memprediksi senjata itu akan digunakan untuk tujuan militer, oleh pemerintah dan kelompok non-negara.
Letnan Jenderal John N.T. "Jack" Shanahan, direktur Joint Artificial Intelligence Center, mengatakan bahwa saingan Amerika terus maju dengan sistem senjata yang dikendalikan AI, atau yang disebut "robot pembunuh".
Baca juga: Tak Hanya Amerika, Kini Jerman Kirim Kapal Canggih Ini ke Laut China Selatan, Siap Perang Dunia III?
Baca juga: 40 Rumah Warga di Desa Siru Kabupaten Mabar Terendam Banjir
Baca juga: Akhirnya Terbongkar Ternyata Ini Sosok yang Jahati Keluarga Raffi Ahmad & Nagita Slavina, Siapa Ya?
Baca juga: Mendadak Miskin, 3 Shio Paling Apes Sabtu 30 Januari 2021, Makan Susah Uang Kering, Menyedihkan
Berbicara kepada Pertahanan Nasional pada Maret 2020, dia mengatakan bahwa Rusia telah menunjukkan keinginan yang lebih besar untuk mengabaikan norma etika internasional dan untuk mengembangkan sistem yang menimbulkan risiko destabilisasi bagi keamanan internasional.