Varian Baru Covid 19
Mengejutkan! Jerman Klaim Temukan Varian Baru Covid-19, Ini Penjelasan Ahli Virologi
Mengejutkan! Jerman Klaim Temukan Varian Baru Covid-19, Ini Kata Ahli Virologi
Mengejutkan! Jerman Klaim Temukan Varian Baru Covid-19, Ini Kata Ahli Virologi
POS-KUPANG.COM-- Mengejutkan! Jerman Klaim Temukan Varian Baru Covid-19, Ini Kata Ahli Virologi
Varian baru Covid-19 tampaknya telah ditemukan di Bavaria, Jerman.
Saat ini, seorang ahli virologi Christian Drosten sedang menyelidiki.
Baca juga: Jerman Siapkan Penjara dengan Pagar Kawat Berduri, Dibangun Bagi Warga yang Melanggar Karantina
Baca juga: Cemburunya Kebangetan Sampai di Luar Batas, 5 Zodiak Ini Kadang Disebut Psikopat, Benarkah?
Baca juga: Kelangkaan Oksigen saat Kasus Positif Covid-19 Meningkat,RSUD Naibonat Punya Mesin Isi UlangOksigen
Menurut sejumlah laporan, mutasi baru virus covid-19 telah ditemukan di rumah sakit Garmisch-Partenkirchen, Bavaria.
Dikutip dari I Am Expact, laboratorium rumah sakit menemukan beberapa ketidakteraturan dalam sampel yang dikumpulkan dari 73 pasien dan karyawan dinyatakan positif.
Penyeka dari tiga pasien yang positif dikirim ke rumah sakit Charité di Berlin untuk menjalani pengujian lebih lanjut.
Analisis yang lebih mendalam kemudian mengkonfirmasi apa yang sudah dicurigai para dokter yakni menemukan mutasi COVID baru.
Saat ini ahli virologi Christian Drosten dan timnya akan menguraikan karakteristik varian ini untuk mengklarifikasi terkait temuan tersebut.
Masih belum jelas dari mana asal mutasi itu dan apakah mutasi itu akan lebih menular.
Hasil yang lebih konkret diharapkan pada akhir Januari.
"Fakta bahwa itu adalah varian baru bukan berarti akan lebih menular," kata rumah sakit Garmisch-Partenkirchen dalam sebuah pernyataan.
Perlu diperhatikan bahwa, sejak awal pandemi, lebih dari 12.000 perubahan urutan virus telah ditemukan di seluruh dunia.
Baru-baru ini, dua strain baru terdeteksi di Inggris dan Afrika Selatan, yang terbukti lebih agresif dan menular.
Namun, menurut para ahli, tidak ada bukti bahwa virus covid-19 baru ini lebih mematikan.