Jumat, 5 Juni 2026

Penanganan Covid

Warga Kaget Ada Makam Baru Probable Covid-19 di Ae Mbambu Ende, Satgas Belum Sosialisasi

Warga Kaget Ada Makam Baru Probable Covid-19 di Ae Mbambu Ende, Satgas Belum Sosialisasi

Tayang:
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Karman Sodakaki, saat diwawancarai awak media di kediamannya, Selasa (26/1/2021) 

Warga Kaget Ada Makam Baru Probable Covid-19 di Ae Mbambu Ende, Satgas Belum Sosialisasi

POS-KUPANG.COM | ENDE - Warga sekitar pemakaman Ae Mbambu Kelurahan Paupire Kabupaten Ende kaget mengetahui ada makam baru di pemakaman dekat Kampus Universitas Flores ( Uniflor) tersebut.

Awalnya makam baru tersebut diketahui oleh warga dari media sosial, ternyata pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Ende, malam tadi, Senin (25/1/2021) memakamkan seorang wanita lanjut usai (Lansia) berinisial AS (65).

AS merupakan pasien probable Covid-19, asal Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo yang sebelum meninggal dunia sempat memeriksakan diri ke RSUD Ende, Senin (25/1/2021) pagi sekitar pukul 10.00 Wita.

Baca juga: Update Covid-19 Mabar : 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dalam Sehari

AS meninggal dunia dengan status prabable Covid-19, karena dinyatakan terkonfirmasi positif rapid antigen.

Karman Sadokaki, selaku pemilik lahan akses jalan masuk menuju pemakaman Ae Mbambu kepada POS-KUPANG.COM, di kediamannya, Selasa (26/1/2021) menuturkan, mereka baru mengetahui ada makam baru pagi tadi.

Karman mengaku, ia tidak menolak atau mempersoalkan jika pasien tersebut dimakamkan di Ae Mbambu, namun agar tidak menimbulkan polemik di warga, Satgas Covid-19 Ende perlu melakukan sosialisasi atau penyampaian kepada warga dan juga pemilik lahan.

Baca juga: Isak Tangis Iringi Pemakaman Pasien Covid-19 yang Meninggal di RS Siloam Labuan Bajo

Menurut Karman, seharusnya ada penyampaian dari Satgas Covid-19 Ende, apalagi, lanjutnya, lokasi tersebut bukan milik Pemda melainkan milik warga yang dihibahkan ke Paroki Onekore.

"Kita, saya secara pribadi tidak menolak karena ini soal kemanusiaan. Akan tetapi alangkah bagusnya Satgas Covid-19 Ende, perlu komunikasi. Tidak ada penyampaian sama sekali. Kita kaget tiba-tiba ada makam baru," ungkapnya.

Karman menekankan, sosialisasi dan edukasi perlu dilakukan Satgas Covid-19 Ende, sehingga tidak menimbulkan polemik di warga.

Terpisah Asisten I Setda Ende, Abraham Badu, membenarkan pemakaman jenazah probable tersebut tanpa ada penyampaian kepada warga.

Dia menjelaskan, dalam revisi V penanganan Covid-19, bisa dimakamkan di pemakaman umum.

Menurutnya, atas permintaan keluarga jenazah tidak dimakamkan di pemakaman yang disediakan Pemkab Ende. "Ini pertimbangan kemanusiaan," ungkapnya.

"Ini kan mendadak to, nanti ke depan kita akan sosialisasi. Nanti kami tugaskan camat dan lainnya untuk sosialisasi. Ini kekurangan kami dalam sosialisasi," kata Abraham.

Tarik Ulur Nagekeo atau Ende 

Sebelumnya diberitakan POS-KUPANG.COM, Seorang wanita lanjut usia (lansia) berinisial AS (65) asal Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo meninggal  di RSUD Ende, Senin (25/1/2021).

Direktris RSUD Ende, dr. Aries Dwi Lestari dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, membenarkan AS meninggal dunia di RSUD Ende, sekitar pukul 17.30 Wita.

Dokter Aries menuturkan, AS meninggal dengan status probable karena positif swab antigen.

Dia jelaskan, AS ke RSUD Ende untuk memeriksakan diri sekitar pukul 10.00 Wita, dengan keluhan sesak nafas dan batuk.

"Dia datang pukul 10.00, meninggal pukul 17.30. Punya penyakit bawaan yakni Diabetes Melitus dan hipertensi," kata dokter Aries.

Terkait lokasi pemakaman, pihak keluarga sempat meminta agar AS diantar dan dimakamkan di Nangaroro.

Dokter Aries mengatakan, jika mau diantar dan dimakamkan di Nangaroro, pihaknya siap untuk mengantar, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sebaliknya, jika mau dimakamkan di Ende, pihaknya juga siap.

"Kita mau bantu, tidak peduli warga mana. Kami siap mengantar dengan mobil jenazah RUSD Ende dan jenazah sudah sesuai protokol kesehatan," kata Dokter Aries.

Pihak keluarga dan Assisten I Setda Ende Abraham Badu lalu berkoordinasi dengan Dinkes Nagekeo dan Camat Nangaroro, terkait permintaan keluarga tersebut.

Namun, menurut Abraham, camat Nangaroro menolak jenazah dimakamkan di Nangaroro. "Sudah koordinasi tapi camatnya tolak," kata Abraham.

Oleh karena itu, disepakati bersama pihak keluarga jenazah dimakamkan di pemakaman Ae Mbambu, Ende.

Camat Nangaroro, Gaspar Taka, dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, membantah dirinya menolak jenazah AS.

Menurutnya keputusan dimakamkan di Ende merupakan keputusan keluarga AS, dengan beberapa pertimbangan.

Namun, di sisi lain, Gaspar katakan, jika dimakamkan di Nangaroro maka akan menemui banyak kendala, salah satunya soal peralatan. Peralatan yang dimaksud Gaspar, yakni eksavator untuk menggali kubur.

Menurutnya, eksavator cukup jauh dari lokasi, sementara itu tronton untuk mengangkut eksavator tengah berada di Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo.

Gaspar juga mengaku was-was karena belum tau persis apakah masyarakat setempat menolak jenazah atau tidak.

"Saya sebagai camat terima tetapi masyarakat ini kan kita tidak tau, apalagi tengah malam dan langsung kubur, kita mau kerahkan orang bagaimana," kata Gaspar.

Hal lain, kata Gaspar, soal protokol kesehatan. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana protokol kesehatan penanganan pasien probable. "Apakah bisa bawa ke sini atau dikuburkan di Ende saja," ungkapnya.

Catatan Redaksi:

Mari bersama-kita lawan virus corona.  POS-KUPANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.  Ingat pesan ibu, 3M: Wajib memakai masker; Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan; Wajib mencuci tangan dengan sabun. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved