Breaking News:

Opini

Solidaritas Melampaui Sekat

Meski kaki kita seperti sedang “berjalan meniti jembatan kayu rapuh di atas sungai berbatu”, optimisme, harapan tidak pernah boleh padam.

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Solidaritas Melampaui Sekat

Oleh: Steph Tupeng Witin

Penulis, Perintis Oring Literasi Lembata  

POS-KUPANG.COM - Seorang sahabat jurnalis media nasional mengirim sebuah pesan reflektif pada awal tahun 2021. Pesannya singkat tapi bernas. “Memasuki tahun 2021, saya bayangkan sedang berjalan meniti jembatan kayu rapuh di atas sungai berbatu yang bergemuruh arusnya dan siap menelan siapa saja yang jatuh.” 

Pesan ini menyadarkan kita yang tengah dikepung virus corona. Kita mendengar ada tetangga dekat rumah, teman, saudara tertular bahkan ada yang meninggal. Banyak tokoh agama dirawat karena tertular.

Fakta ini mengantar kita pada sharing pengalaman rohani yang mendalam yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Membicarakan tujuan hidup, betapa kita rapuh dan butuh penyertaan Tuhan, bertanya apa yang Tuhan kehendaki pada hidup kita ketika kita saksikan begitu banyak orang jatuh.

Sementara di sisi lain, para elite dan pebisnis terus membicarakan akselerasi pertumbuhan ekonomi alias akumulasi kapital, di sisi lain sungguh banyak orang lain kesulitan bahkan hanya sekadar makan tidak cukup.

Di banyak tempat negeri ini, pembangunan rumah ibadah di masa pandemi dihentikan ketika sebagian umat bersikap kritis dan sumbangan untuk pembangunan rumah ibadah jauh berkurang.

Kita semua seperti sedang berada di dalam satu perahu, semua kita rapuh dan kehilangan orientasi.  

Meski kaki kita seperti sedang “berjalan meniti jembatan kayu rapuh di atas sungai berbatu”, optimisme, harapan tidak pernah boleh padam. Merawat asa, termasuk di awal tahun 2021, sangat urgen bagi publik agar bisa bertahan dari pandemi Covid-19.

Halaman
123
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved