Breaking News:

Proses Rekonstruksi Berlangsung Tegang, Polisi Minta Warga Watodiri Jaga Keamanan

Proses rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Kanisius Tupen di Desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata berlangsung tegang

POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Salah satu adegan dari 25 adegan yang diperankan oleh Matheus Lengari (kanan baju putih) dalam proses rekonstruksi dugaan kasus pembunuhan Kanisius Tupen di Desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape, Kamis (21/1/2021) 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Proses rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan almarhum Kanisius Tupen di Desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata berlangsung tegang dan 'panas', Kamis (21/1/2021).

Ketegangan mulai terjadi sejak kedatangan saksi mahkota, Matheus Lengari dan empat orang tersangka lainnya di lokasi kejadian yang dikawal ketat aparat Polres Lembata dan aparat Koramil 1624 Lewoleba.

Warga terus meneriaki nama Matheus Lengari untuk mengungkap fakta sebenarnya yang terjadi. Pasalnya, mayoritas warga Desa Watodiri tidak percaya kalau tersangka yang sudah ditetapkan polisi adalah pelaku sebenarnya yang diduga membunuh Kanisius Tupen pada tahun 2020 silam. Mereka punya keyakinan lain.

Baca juga: Di Sumba Timur Januari 2021 Ada Lima Kasus DBD

Sementara itu, saling hujat antara pihak yang pro dan kontra di antara warga pun tak bisa dihindari sepanjang proses rekonstruksi hingga akhir.

Beberapa warga juga tampak menangis meratapi kejadian yang terpampang di depan mata.

Ada 25 adegan yang diperankan oleh Matheus Lengari yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan empat tersangka lainnya diperankan oleh polisi.

Baca juga: Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan Manggarai untuk Mencegah DBD

Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen melalui Kasat Reskrim Iptu Komang Sukamara menjelaskan, tersangka lainnya tidak dilibatkan dalam proses rekonstruksi karena sampai saat ini mereka belum mengaku sebagai orang yang melakukan pembunuhan terhadap Kanisius Tupen.

Namun demikian mereka tetap dihadirkan di lokasi kejadian didampingi langsung oleh kuasa hukumnya untuk melihat proses yang ada di TKP benar atau tidak.

"Walaupun nantinya dia (tersangka lainnya) menolak ya itu urusan pihak tersangka," katanya.

Selanjutnya, kata Sukamara, paling lambat hari Selasa (26/1/2021) berkas-berkas akan dilimpahkan ke Kejaksaan atau P21.

Halaman
123
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved