Yayasan Pijar Timur Indonesia Targetkan 22 Desa di Malaka Terapkan Program STBM-MHM

Yayasan Pijar Timur Indonesia Targetkan 22 Desa di Malaka Terapkan Program STBM-MHM

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) Vincentius Kia Beda (paling kanan) foto bersama para peserta kegiatan di Hotel Ramayana, Betun beberapa waktu lalu. 

Pengurus Yayasan Pijar Timur Indonesia Targetkan 22 Desa di Malaka Terapkan Program STBM-MHM

POS-KUPANG.COM I BETUN---Pengurus Yayasan Pijar Timur Indonesia yang dalam programnya terfokus pada persoalan sanitasi lingkungan, terus berusaha menggerakan warga untuk menerapkan pola hidup sehat.

Dalam beberapa tahun ini, Yayasan Pijar Timur memfasilitasi program kesehatan lingkungan di Malaka. Dari total 127 desa yang ada, ditargetkan dalam tahun 2021 ini bisa diterapkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM) dan Menstrual Hygiene Management (MHM) di 22 desa sebagai desa contoh.

Baca juga: Sempat Terpapar Covid-19, Kondisi Kesehatan Lima Hakim Pengadilan Atambua Membaik

Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) Vincentius Kia Beda menyampaikan kepada Pos-Kupang di Betun,  Selasa (19/1).

Baca juga: Gempa 5,2 BARU Saja Mengguncang Alor- NTT Selasa Siang Ini, HATI-HATI

Dijelaskan Vinsen, kehadiran Yayasan yang dipimpinnya hanya memfasilitasi dalam membantu pemda agar warga di Malaka bisa hidup sehat dan bersih. Selama ini, kata Vinsen, ada beberapa puskesmas yang sudah membangun kemitraan dengan Yayasan ini dalam menerapkan program STBM-MHM.

"Saat ini tercatat 14 desa yang sudah kami dampingi sebagai desa contoh penerapan program STBM-MHM. Kami masih terus lanjutkan ke desa lain sesuai permintaan pemda. Tapi target kami untuk 2021 minimal program ini masuk di 22 desa," kata Vinsen.

Sebelumnya Vinsen menegaskan bahwa menindaklanjuti hasil kesepakatan bersama antar kepala sekolah dari 15 sekolah dampingan Yayasan Pijar Timur Indonesia, ada tim khusus dari yayasan  menyambangi sekolah yang ada.

Maksud kehadiran tim ini untuk memonitoring program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Menstrual Hygiene Management (MHM) apakah berjalan sesuai dengan harapan atau belum.

Dijelaskan Vincentius, manajemen sekolah dampingan pada pertemuan beberapa waktu lalu, sudah berkomitmen untuk menerapkan program STBM dan MHM.

Terhadap komitmen ini, lanjut Vincen, saat ini tim akan melakukan monitoring sekolah. Tim akan melihat secara langsung kondisi objektif apakah penerapan pola hidup sehat sudah berjalan atau belum.

"Jadi tim gunakan pola pengamatan. Apakah WC-kamar mandi tersedia atau belum. Kalau tersedia apakah ada air, apakah ada saluran pembuangannya. Apakah ada tempat sampah, apakah ada tempat cuci tangan. Karena ini erat kaitannya dengan sanitasi lingkungan," jelas Vincentius.

Sebelumnya, para Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) dan SMP khusus 15 sekolah  di Kabupaten Malaka sepakati diterapkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Menstrual Hygiene Management (MHM) di sekolah.

Kesepakatan ini berdasarkan hasil kesimpulan
dari pertemuan Koordinasi dan evaluasi pelaksanaan STBM dan MHM bagi guru dan komite SD-SMP Kabupaten Malaka yang difasilitasi Yayasan Pijar Timur yang bermitra dengan Plan Internasional Indonesia.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved