Jumat, 10 April 2026

Siti dan Rudolfus Pasrah Tanaman Padinya Disapu Banjir dan Menanti Bantuan Pemerintah

warga Desa Paga yang memilikki lahan sawah tidak bisa menyebrang guna melihat tanaman padi mereka yang diterjang banjir.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Lahan persawahan warga Desa Paga, Kecamatan Paga di bantaran kali yang disapu banjir.  

Siti dan Rudolfus Pasrah Tanaman Padinya Disapu Banjir dan Menanti Bantuan Pemerintah

POS-KUPANG.COM | MAUMERE--Bencana banjir bandang di Kecamatan Mego hingga membuat jembatan gantung ambruk bukan hanya dirasakan warga Desa Korobhera, Kecamatan Mego tapi warga Dusun Aebubu, Desa Paga, Kecamatan Paga juga merasa terpukul.

Pasalnya, warga Desa Paga yang memilikki lahan sawah tidak bisa menyebrang guna melihat tanaman padi mereka yang diterjang banjir.

Siang itu, (18/1/2021), Siti Kolizh, warga Aebubu hanya bisa pasrah.

Ia pasrah karena 7 petak sawahnya yang berada di bantaran kali dekat jembatan gantung disapu banjir.

Ia hanya berdiri dari sebrang kali melihat tanaman padi yang baru ia tanam dan berusia satu bulan sudah hancur bercampur lumpur.

Dalam kepasrahan ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa lagi termasuk jika tidak ada banjir mau mengolah sawah pun tidak ada rencana.

"Tahun tidak bisa panen dan tidak mungkin kami kerja ulang kalau masih ada banjir.Kami harap ada bantuan beras dari pemerintah.Mau tanam tidak bisa karena hujan masih turun dan kami takut banjir," papar Siti.

Rudolfus So, warga Aebubu juga mengaku 10 petak sawahnya disapu banjir.

Ia hanya pasrah dan menunggu bantuan dari pemerintah.

Hal yang sama juga diungkapkan Silvester Lopi.

Silvester, warga Aebubu siang itu gelisah karena mau menyebrang melihat sawahnya tidak bisa karena jembatan tidak.

Baca juga: Gara-Gara BLT COVID-19, Warga Desa Kalikur Lembata Adukan Mantan Penjabat Kades di Polres

Baca juga: Akses Transportasi Empat Desa di Kabupaten Ende Lumpuh, Vinsen Minta PUPR dan BPBD Segera Tangani

Baca juga: Update Corona Sumba Timur, Inilah Jumlah Warga yang Suspek

Baca juga: Anggota DPRD, Diana Bire Minta Puskesmas Jamin Warga Lakukan Isolasi Mandiri Secara Tepat

"Saya punya 10 petak tapi belum ditanam.Saya hanya mau lihat kebun pisang saya tapi mau kebun bagaimana masih banjir," papar Silvester.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved