Salam Pos Kupang
Mengantisipasi Lonjakan Pasien Covid-19
KASUS Covid-19 terus meningkat. Pada Selasa, 17 November bertambah 19 kasus sehingga total secara NTT menjadi 891 kasus
POS-KUPANG.COM - KASUS Covid-19 terus meningkat. Pada Selasa, 17 November bertambah 19 kasus sehingga total secara NTT menjadi 891 kasus. Sebanyak 624 pasien positif Covid-19 telah sembuh. Sementara yang meninggal dunia 15 orang, dan yang menjalani perawatan dan dikarantina 252 pasien.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT mengkonfirmasi Kota Kupang terbanyak dengan 307 kasus, disusul Ende dengan 111 kasus, Manggarai Barat 72 kasus dan Manggarai 69 kasus. Adapun daerah dengan kasus terendah, yaitu Belu (5 kasus), Sumba Tengah dan Malaka 4 kasus dan Manggarai Timur 1 kasus.
Pemerintah dan berbagai pihak memprediksi, jumlah kasus Covid-19 terus meningkat. Hal ini dikarenakan masyarakat belum sadar dan patuh melaksanakan protokol kesehatan.
Baca juga: Kakek 60 Tahun Ditemukan di Kali Talau-Belu, Hasil Identifikasi Ini Identitasnya
Gerakan 4M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindarai kerumuman masih lalai. Pelaku usaha, instansi pemerintah dan swasta serta fasilitas publik juga belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan.
Pelaku perjalanan, terutama dari daerah zona merah Covid-19 juga belum secara sadar melapor bahkan melakukan isolasi dan karantina mandiri. Masih ditemukan melakukan aktivitas seperti biasa tanpa merasa khawatir menularkan penyakit kepada orang lain.Secara umum, kesadaran untuk melakukan rapid test dan swab test juga belum sepenuhnya tumbuh.
Baca juga: KPU Sumba Barat Tunggu Pemberitahuan MK Sidang Pertama Gugatan Paket Niga-Oris
Kondisi-kondisi ini tentunya sangat berpotensi terjadinya penularan Covid-19. Hal ini berdampak meningkatnya kasus Covid-19.
Penambahan pasien Covid-19 tidak berbanding lurus dengan ketersediaan sarana prasarana di rumah sakit. Kapasitas tempat tidur ruang isolasi sangat terbatas. Hal ini membuat pihak rumah sakit kewalahan.
Sinyal rumah sakit sudah mencapai full kapasitas sudah disampaikan pihak pengelola. Direktur Rumah Sakit Siloam Kupang, dr Hans Lie mengatakan, pihaknya menambah bed atau tempat tidur di ruang perawatan atau isolasi agar dapat mengcover pasien.
Menurut Hans, manajemen RS Siloam menambah empat bed baru. Sebelumnya, ruang isolasi terdapat memiliki 16 bed. Per Selasa kemarin, RS Siloam merawat 17 pasien terkonfirmasi Covid-19.
"Sekarang ini hampir setiap hari ada yang masuk (pasien Covid-19), sehingga kita berusaha untuk tingkatkan layanan juga," kata Hans.
Menurut Hans, peluang penambahan kasus Covid-19 di Kota Kupang masih terus terjadi dalam jumlah besar.
"Kemungkinan kasus akan bertambah banyak. Harapannya dari pemerintah bersiap-siap untuk ketersediaan tempat tidur terutama untuk kasus sedang dan berat," ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti Kupang, dr Burhanudin Mursid, SpB. Menurut Burhanudin, pasien Covid-19 yang masuk RST Wira Sakti semakin banyak. "Untuk pasien positif Covid-19, saya melihat cenderung semakin banyak," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati mengatakan, ruangan perawatan di RSUD SK Lerik sudah mulai penuh dengan pasien Covid-19.
"Pemerintah Kota Kupang akan meminta bantuan Pempov NTT untuk dapat menyiapkan rumah sakit lain untuk tempat perawatan pasien Covid-19," kata Retnowati, Jumat (13/11) lalu.
Apa yang disampaikan pengelola rumah sakit harus disikapi serius. Pemerintah daerah hendaknya mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19. Beberapa upaya, termasuk menyiapkan tempat tidur tambahan atau menetapkan rumah sakit darurat segera dilakukan.
Selain itu, upaya memperketat protokol kesehatan terus dilaksanakan. Sanksi tegas kepada pelanggar protokol kesehatan mesti diberi sehingga memberi efek jera. Jika tidak maka kita akan menghadapi situasi yang membuat pemerintah, pihak rumah sakit termasuk tenaga medis serta masyarakat kewalahan.*