Dinkes NTT Bantah Pasien Pingsan Karena Vaksin Covid
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ringan, sedang dan berat oleh tim vaksinasi RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohannes Kupang.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Dinkes NTT Bantah Pasien Pingsan Karena Vaksin Covid
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membantah kabar yang beredar bahwa ada pasien pingsan setelah disuntik vaksin Covid-19.
Melalui surat bernomor Dinkes.Sekr.149/879/I/2021 perihal Klarifikasi Video Simulasi Imunisasi Vaksin Covid-19 di Provinsi NTT yang dikeluarkan pada Selasa (19/01/2021), ditekankan dua poin penting yakni :
1. Kegiatan dalam video dengan kejadian pasien pingsan tersebut merupakan kegiatan simulasi vaksinasi yang dilaksanakan di halaman kantor Gubernur NTT pada tanggal 13 Januari 2021 dengan skenario penanganan apabila terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ringan, sedang dan berat oleh tim vaksinasi RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohannes Kupang.
2. Kegiatan vaksinasi tahap I bagi pejabat publik, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Provinsi NTT berjalan sesuai prosedur tetap atau petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No. Hk.02/4/1/2021 yang dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2021.
Pihak Dinkes juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarluaskan video yang dimaksud secara tidak bertanggungjawab karena dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan di kalangan masyarakat.
Terkait hal tersebut, pihak Dinkes dan juga pihak RSUD W.Z. Yohannes juga melakukan konferensi pers pada hari yang sama untuk mengklarifikasi video yang beredar.
Sekretaris Dinkes Provinsi NTT, David A. Mandala dalam kesempatan tersebut mengatakan, klarifikasi dilakukan agar masyarakat tidak salah menerjemahkan video yang sudah tersebar luas baik di Provinsi maupun ditingkat Nasional.
"Kami Dinkes Provinsi dan RSUD W. Z. Yohannes dalam hal ini Wakil Direktur Pelayanan RSUD W. Z. Yohannes Kupang dan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi memberikan klarifikasi terkait video simulasi imunisasi vaksin Covid-19 di Provinsi NTT, yang kita tahu bersama kegiatan tahap I telah kita laksanakan bagi pejabat publik, tokoh agama dan tokoh masyarakat Provinsi NTT pada tanggal 14 Januari 2021 di halaman kantor Gubernur," kata David.
Sementara Wakil Direktur Pelayanan RSUD W.Z. Yohannes, dr. Stef Soka menjelaskan, berkaitan dengan beredarnya video tersebut perlu dijelaskan bahwa pada tanggal 13 Januari dilakukan simulasi vaksinasi perdana yang rencananya akan dilakukan tanggal 14 Januari lalu.
"Dalam proses simulasi ini memang ada beberapa hal yang kita lakukan berkaitan dengan kegiatan imunisasi atau vaksinasi ini," ujar dr. Stef.
Dalam kegiatan tersebut, lanjut dia, memang ada skenario seandainya ada pasien atau ada calon penerima vaksin yang setelah mendapatkan vaksinasi, mengalami gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sehingga pada hari simulasi dibuat skenario seperti itu.
"Rupanya skenario pada peraga atau orang yang memberanikan sebagai penerima vaksinasi yang mengalami KIPI berupa reaksi shock itu yang beredar menjadi seolah - olah bahwa ada peserta vaksinasi yang mengalami gejala seperti itu," katanya.
"Jadi sekali lagi yang beredar itu adalah bagian dari proses simulasi yang Kita kerjakan ditanggal 13 Januari 2021," tegas dr. Stef.
Pemberian vaksinasi di video tersebut, kata dr. Stef, juga terkesan pura - pura sehingga tidak menggunakan jarum suntik dan sebagainya.