Update Corona Sumba Timur - Ada Tambahan 24 Kasus Positif Covid-19

Peningkatan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur hampir terjadi setiap harinya

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy,S.H,M. Si 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Peningkatan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur hampir terjadi setiap harinya. Kasus baru yang terjadi pada Jumat (15/1/2021) sebanyak 24 kasus positif Covid-19 dan satu kasus meninggal dunia. 

Informasi yang diperoleh di Wiangapu, Jumat (15/1/2021), menyebutkan, sesuai hasil pemeriksaan laboratorium baik secara Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Test Cepat Molekuler (TCM) ditemukan 24 kasus positif Covid-19

Hasil pemeriksaan laboratorium secara PCR ditemukan 12 kasus positif dan pemeriksaan secara TCM menemukan juga 12 kasus, sehingga total kasus positif 24 kasus. Selain itu ada enam sampel yang terkonfirmasi negatif.

Baca juga: Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Mabar Terus Meningkat

Pada hari yang sama pula terjadi satu kasus meninggal dunia. Kasus meninggal dunia ini berasal dari Kecamatan Kota Waingapu.
 

Penambahan  kasus positif sebanyak 24 kasus terdiri dari, 18 kasus dari Kecamatan Kota Waingapu, Kecamatan Kambera sebanyak lima kasus dan Kecamatan Umalulu satu kasus.

Baca juga: Muswil PKB NTT, Ana Kolin: Terbuka Ruang bagi Perempuan Menjadi Ketua

Data yang diperoleh dari Posko Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur menyebutkan, total kasus positif di Sumba Timur saat ini mencapai 187 kasus, dengan rincian, ada 10 kasus meninggal dunia, 58 kasus dinyatakan sembuh, 119 kasus dalam perawatan.

Sampel swab yang diambil dan dikirim untuk diperiksa secara PCR dan TCM sebanyak 2.284 sampel. Dari jumlah itu, 1.962 sampel negatif, 238 sampel positif dan 84  sampel belum ada hasil.

Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H, M. Si sebelumnya mengatakan, adanya penambahan kasus yang hampir setiap hari itu,maka pemerintah melalui satgas Penanganan Covid-19 akan terus memantau penerapan protokol kesehatan. 

"Walaupun nantinya sudah ada vaksin, tetapi pemerintah tetap mengawasi penerapan protokol kesehatan di masyarakat," kata Domu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved