Pesawat Sriwijaya AIr Jatuh
PESAWAT SRIWIJAYA AIR JATUH : Captain Koko Soroti Fase Kritis 4 Menit Sriwijaya Air Jatuh: Bakal
pengalaman yang dirasakan oleh Captain Koko, seorang pilot yang pernah menerbangkan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang sama yang terjatuh pada S
Pilot harus fokus kepada memastikan pesawat tersebut akan terbang semestinya dengan lancar.
"Bila terjadi sesuatu dengan pesawat tersebut, maka yang dilakukan seorang pilot adalah fly the aircraft. Dia akan terbangkan dulu," kata Koko.
"Setelah fly the aircraft sampai bisa menguasai terjadi sesuatu, baru solve the problem (memecahkan masalah)," terang mantan pilot Sriwijaya Air ini.
Kemudian pilot harus melaporkan kepada air traffic control (ATC) terdekat terkait kendala yang dialami.
Laporan itu menggunakan panggilan khusus yang menyatakan ada situasi darurat.
Ilustrasi pesawat terbang komersil yang digunakan moda perjalanan masyarakat (Tribunnews.com)
"Salah satu pilotnya memberitahukan kepada ATC atau menara pengawas bahwa kita mengalami suatu masalah," papar Koko.
"Yaitu dengan mayday call atau pan call," lanjut dia.
"Setelah itu kita solve the problem. Ada panduan, yaitu buku handbook, kita baca itu," ungkap Koko.
"Baru kita mengambil suatu keputusan," tambahnya.

Kemudian, Captain Koko ini juga menyoroti adanya isu yang berkembang soal usia dari pesawat hingga pengoperasiannya.
"Sebenarnya sepengetahuan saya bahwa pesawat tersebut, kalau ada (peringatan) dari FAA jikalau pesawat tersebut berhenti atau di ground selama beberapa waktu," kata Koko.
"Saya rasa sendiri perusahaan tersebut pasti akan melakukan langkah-langkah yang tepat untuk itu," tambahnya.
Ia juga berkomentar terkait adanya peringatan yang disampaikan Administrasi Penerbangan Amerika Serikat (Federal Aviation Administration atau FAA) pada 2002 lalu.
Menurut Koko, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pasti bisa menemukan jawaban pasti terkait penyebab jatuhnya Sriwijaya SJ182.
"Itu bisa terlihat dari maintenance lock-nya, itu yang akan dipelajari juga oleh KNKT," komentar Koko.