Pesawat Sriwijaya AIr Jatuh
PESAWAT SRIWIJAYA AIR JATUH : Captain Koko Soroti Fase Kritis 4 Menit Sriwijaya Air Jatuh: Bakal
pengalaman yang dirasakan oleh Captain Koko, seorang pilot yang pernah menerbangkan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang sama yang terjatuh pada S
Ia menjelaskan awak penerbangan harus mematuhi aturan ketinggian dan kecepatan sesuai yang ditentukan Air Traffic Control (ATC).

"Jadi pesawat akan follow SID, di mana di situ adalah setiap poin ada yang namanya altitude constraints (ketinggian) yang mereka akan mematuhi itu," kata Koko.
Koko menyinggung pesawat Sriwijaya Air hilang kontak dan jatuh hanya 4 menit setelah lepas landas.
Simak update temuan soal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Terbaru soal black box. (KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD)
Ia juga menyoroti ketinggian pesawat saat jatuh belum mencapai 10.000 kaki.
"Mereka setelah take off sekitar 4 menit baru bermasalah. Di mana take off 4 menit ataupun fase di bawah (ketinggian) 10.000 adalah fase kritis," ungkap Koko.
Koko menjelaskan saat ini belum dapat dipastikan penyebab jatuhnya pesawat, baik itu terkait masalah mesin maupun cuaca buruk.

Ia menyebut hal itu baru dapat diketahui setelah dilakukan penyelidikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Kita tidak bisa memastikan kenapa pesawat tersebut, apakah terjadi sesuatu masalah dengan engine-nya atau cuaca, segala macam," singgung Koko.
"Itu bakal ketahuan hasil dari KNKT, di mana mereka akan membaca SVR dulu berdasarkan data record-nya," jelasnya.
Koko mengungkit dirinya pernah menerbangkan pesawat berjenis sama milik Sriwijaya Air.
Ia mengaku saat itu tidak ada masalah.
"Saya kebetulan dulu pernah terbang di Sriwijaya. Saya juga pernah menerbangkan 737-500, pesawat tersebut," ungkap Koko.
"Pesawatnya enak," tambah dia.

Seorang pilot memang harus menjalani serangkaian proses ketika menerbangkan pesawat.
Ada langkah-langkah yang harus dilakukan seorang pilot saat terjadi disfungsi pada fase lepas landas.