Pencegahan Covid-19 di Sumba Timur, Domu Warandoy Siap Divaksin

Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H, M.Si menyatakan, dirinya siap mengikuti vaksinasi Covid-19, setelah semua tenaga kesehatan divaksin

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H, M. Si 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H, M.Si menyatakan, dirinya siap mengikuti vaksinasi Covid-19, setelah semua tenaga kesehatan (nakes) divaksin. Saat ini juga Vaksin Covid-19 belum tiba di Sumba Timur.

Domu Warandoy menyampaikan hal ini , Selasa (12/1/2021).

Menurut Domu, dirinya siap mengikuti vaksin, namun setelah semua nakes di daerah itu divaksin.

"Saya juga siap divaksin, tapi karena di tahap awal ini kepala daerah, kemudian kita prioritas kepada semua nakes. Jadi setelah nakes semua selesai divaksin,maka saya juga siap," kata Domu.

Baca juga: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU Sebut Vaksin Covid-19 belum Didistribusikan

Domu menjelaskan, saat mengikuti Vidio Conference pekan lalu,bahwa pencanangan atau pelaksanaan vaksin secara Nasional akan digelar pada 13 Januari 2021, yakni dilakukan pertama kepada Bapak Presiden dan para menteri.

Sedangkan, lanjutnya, bagi provinsi, kabupaten dan kota dipersilakan melakukan vaksin pada tanggal 13 -14 Januari 2021, apabila vaksinnya sudah ada.

Baca juga: Tiga Kantor Pemerintahan di Sumba Timur Terdapat Kasus Covid-19

"Kegiatan ini juga diminta agar diagendakan secara baik dan dipublikasikan oleh media. Vaksin pertama itu diberikan kepada kepala daerah, yakni gubernur di tingkat provinsi, bupati dan walikota di tingkat kabupaten dan kota serta jajaran forkopimda," jelasnya.

Domu yang juga sebagai Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur ini mengatakan, setelah kepala daerah dan forkopimda selesai divaksin, langsung para nakes yang divaksin.

Dikatakan, data terbaru hingga saat ini,nakes yang sudah bersedia untuk divaksin sebanyak 1.382 orang. Setelah,nakes semua mendapat vaksin, maka giliran selanjutnya adalah masyarakat.

"Nah, masyarakat ini juga ada kategori, yakni yang berusia 18-59 tahun. Ada juga syarat-syarat, jadi ada syarat apakah seseorang itu layak dapat vaksin atau tidak," katanya.

Terkait isu ada masyarakat yang enggan divaksin, Domu mengatakan, vaksin itu merupakan program Nasional dan wajib diikuti oleh seluruh masyarakat. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved