Senin, 13 April 2026

Difabel Lembata Dapat Pelatihan Pengolahan Produk Pangan Lokal

Marlin Liarian salah satu difabel di Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata mengaku bersyukur bisa mengikuti latihan pembuatan steak dan keripik

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
rick
Pelatihan pengolahan produk pangan lokal yang digelar Forum Peduli Kesejahteraan Difabel dan Keluaraga (FPKDK) Lembata di Aula Kelurahan Selandoro, Lewoleba, Sabtu (9/1/2021) 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Marlin Liarian salah satu difabel di Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata mengaku bersyukur bisa mengikuti latihan pembuatan steak dan keripik dari bahan lokal seperti kelor, ubi ungu dan pisang.

Bersama 12 peserta difabel dan keluarga lainnya, Marlin tampak antusias mengikuti pelatihan yang digelar Forum Peduli Kesejahteraan Difabel dan Keluaraga (FPKDK) Lembata di Aula Kelurahan Selandoro, Lewoleba, Sabtu (9/1/2021)

Dia mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Para peserta mengikuti pelatihan hingga mampu menghasilkan beberapa bungkus steak dan keripik dengan rasa yang khas.

Baca juga: Pater Yosef Meda SVD Gelar Misa Perdananya di Gereja Paroki Mater Dolorosa Mangulewa-Ngada

Steak merungge (kelor), keripik pisang dan ubi ungu dengan bangga mereka pamerkan setelah selesai dikemas.

"Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat buat saya sebagai difabel, karena banyak difabel yang berhadapan setiap hari dengan bahan lokal ini, cuma mereka tidak tahu cara mengolahnya," kata Marlin.

Baca juga: Aston Hotel Kupang Lakukan Swab Test untuk Karyawan, Hotel Bebas Covid-19

Dengan mengubah sumber daya lokal menjadi steak dan keripik dalam kemasan, Marlin mengaku memiliki kesempatan lebih baik untuk meningkatkan penghasilannya.

Dia juga mengaku optimis bisa menjual steak dan keripik hasil olahan yang diberi brand Difa Home Made ini.

"Saya optimis bahwa di pasaran bakal laris manis karena ini belum terlalu dikenal langsung oleh masyarakat. Kalau kelompok sudah menjalankan bisnis makanan ringan dan dipromosikan saya yakin ini akan sangat laris," ungkapnya.

Kegiatan yang diselenggarakan FPKDK Lembata ini didukung langsung oleh Pemprov NTT dengan anggaran yang bersumber dari dana bantuan sosial pada Dinas Sosial.

Ketua FPKDK Lembata, Ramsi Langoday, mengatakan, kegiatan ini memberi ruang kepada kelompok difabel termasuk keluarga mereka untuk mengembangkan sumber daya yang mereka miliki dari hasil pertanian.

Hasil pertanian ini bisa menjadi produk olahan yang bisa mereka jual.

"Jadi tidak hanya untuk konsumsi saja. Mereka punya ubi pisang, merungge juga banyak," kata Ramsi.

Dia juga menyampaikan terimakasih kepada Gubernur NTT, Viktor Laiskodat yang telah memberikan dukungan pemberdayaan kaum difabel melalui pelatihan ini. Dia menegaskan, pihaknya memilih olahan steak kelor juga untuk mendukung program kelor Pemprov NTT.

"Selain ini karena ini program Pemprov, kelor juga kan sebenarnya sangat bermanfaat dan bagus untuk camilan," ungkap Ramsi.

FPKDK Lembata akan terus memberikan dukungan pemasaran untuk kelanjutan proses produksi olahan makanan ringan ini.

"Untuk keberlanjutannya kita akan fasilitasi mulai dari produksi, alat produksi, kemasan, distribusi sampai membuka pasar," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved