Bupati Paulus Targetkan Sumba Tengah Swasembada Pangan dan Mandiri Benih

Zona V meliputi Desa Tanah Modu, Desa Malinjak dan Desa Wailawa, Kecamatan Katikutana Selatan dengan luas lahan 1960 ha.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Foto lahan persawahan Sumba Tengah areal food estate zona IV Desa Makatakeri, Kecammatan Katikutana yang dikunjungi Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, Jumat (8/1/2020). Foto Humas dan  Protokol  Sumba Tengah.  

Bupati Paulus Targetkan  Sumba Tengah Swasembada Pangan dan  Mandiri Benih

POS-KUPANG.COM|WAIBAKUL---Bupati Kabupaten Sumba Tengah, Drs.Paulus SK Limu menargetkan 1-2 tahun ke depan, Kabupaten Sumba Tengah harus swasembada pangan (beras) dan Kabupaten mandiri benih.

Salah satu program utama saat ini adalah  menggerakan seluruh  petani Sumba Tengah mensukseskan program food estate  yang  merupakan program kerja presiden Joko Widodo dimasa pandemi virus corona yang menjadikan Sumba Tengah  sebagai salah satu daerah   lumbung pangan nasional. 

Keseriusan pemerintah dan  rakyat Sumba Tengah bekerja keras mempersiapkan 5000 hektar are  food estate dengan rincian 3 000 ha  lahan sawah padi dan 2000 ha lahan tanam jagung mendapat dukungan  luar biasa pemerintah pusat melalui Menteri Pertanin RI, Syahrul Yasin Limpo. Tidak hanya dukungan alsintan, tetapi dalam kurun waktu hampir sebulan terakhir ini, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, telah dua kali datang ke Sumba Tengah termasuk kunjungan ke Sumba Tengah, Jumat (8/1/2021).

Sementara itu dukungan pemerintah pusat  berupa bantuan  alsintan sebanyak 100 unit traktor  dengan rincian  tractor  roda 2 sejumlah 80 unit, roda  4 sebanyak 20 unit, Combain (Mesin Panen multi guna) yang memanen  padi juga bisa memanen  jagung  sebanyak 12 unit, aumur, pompa air, penyemprot hama dengan metode droun, pupuk,  benih padi dan benih jagung.  Petani hanya datang menanam, karena semua sudah disiapkan pemerintah mulai tractor sawah,  bantu benih padi, pupuk dan obat-obatan.

Kini, petani beramai-ramai menanam padi. Suatu keadaan yang sungguh-sunguh  berbeda dibandingkan tahun sebelumnya dimana para petani biasa  menanam mulaib bulan Pebruari,Maret bahkan sampai April.

Bupati Kabupaten Sumba Tengah, Drs.Paulus SK Limu menyampaikan hal itu melalui Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Tengah, Umbu K.Pari, STP  yang divawancarai POS-KUPANG.COM di  zona II food estate di Kamudu, Desa Umbu Pabal Selatan, Kecamatan Umbu Ratunggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah,  Sabtu (9/1/2021) sore.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan  Sumba Tengah,  Umbu K.Pari  menjelaskan, lokasi food estate tersebar dibeberapa desa dan terbagi dalam 5 zona.  

Tanggungjawab setiap zona  adalah para pejabat eselon II dan III sebagai bapak asuh  petani  (masyarakat)  yang dilibatkan dalam pengembangan food sestate. Untuk mensukseskan program lumbung pangan nasional tersebut pemerintah melibatkan seluruh elemen masyarakat, TNI, Polri dan lembaga agama.

Berikut zona  I  di Desa Umbu Pabal, Desa Umbu Mamijuk dan Desa Wairasa Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat  dengan luas lahan 920  ha.

Zona II meliputi  Desa Umbu Pabal Selatan dan Desa Umbu Langang, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat dengan luas lahan   803 ha.

Zona III  meliputi Desa Dasa  Elu dan Desa Okawacu, Kecamatan Katikutanah  Selatan dengan luas lahan 652 ha.

Zona IV  meliputi desa Makatakeri dan Desa Anakalang, Kecamatan Katikutana  seluas 665 ha.

Zona V meliputi Desa Tanah Modu, Desa Malinjak dan Desa Wailawa, Kecamatan Katikutana Selatan dengan luas lahan 1960 ha.

Lebih lanjut, ia mengatakan, luas lahan sawah Sumba Tengah 7600 ha termasuk 3000 ha menjadi lahan  food estate.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved