Ruang Isolasi RSUD Atambua Penuh Dua Pasien Corona Meninggal
Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD saat ini kewalahan
POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD saat ini kewalahan. Ruangan isolasi untuk menampung 12 pasien yang masih berstatus reaktif sudah penuh sehingga manajemen menutup sementara Instalsi Gawat Darurat ( IGD).
Penutupan sementara ini sebagai upaya pencegahan agar tidak membludaknya pasien reaktif yang datang ke rumah sakit. Pihak manajemen sementara mempersiapkan satu ruangan lagi untuk menampung pasien reaktif rapid test.
Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, dr.Batsheba Elena Corputty, MARS saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/1) menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir, di IGD melayani cukup banyak pasien reaktif yang dirujuk dari rumah sakit swasta.
Baca juga: Warga Kampung Rada Loko, Sumba Barat Daya Regina Bersyukur Dapat Rumah dari Jokowi
Elena mengungkapkan, pihak rumah sakit swasta tidak mengkomunikasi dengan manajemen RSUD Atambua saat merujuk pasien. Seharusnya dikomunikasikan agar manajemen mempersiapkan petugas medis untuk menggunakan APD.
"Pasien reaktif rapid test antigen semakin banyak datang sementara ruang isolasi rawat inap sudah penuh sehingga kami batasi", jelas dr. Elena.
Menurut dr. Elena, penutupan IGD hanya untuk pasien yang berkaitan dengan Covid-19 sedangkan pelayanan ibu hamil, ponex dan bayi tetap dilayani dengan melewati pintu samping.
Baca juga: Sekda Sikka : Soal PSBB Kami Akan Bahas Dulu
"Penutupan ini juga tidak lama mungkin dua tiga hari sudah buka. Setelah disteril kami akan buka seperti biasa lagi," ujarnya.
Menurut dr. Elena melihat perkembangan kasus Covid-19 terus meningkat, pihaknya akan mempersiapkan lagi satu ruangan isolasi rawat inap guna menampung pasien reaktif rapid tes antigen.
Kata Elena, semestinya pasien yang masih gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Sedangkan rumah sakit melayani pasien yang benar-benar membutuhkan alat bantu pernapasan.
Sementara di Rumah Sakit Penyangga Penanganan (RSPP) Covid-19 Undana saat ini hanya tersedia empat bed untuk pasien Covid-19 yang harus dirawat dan diisolasi.
"Penuh (ruangannya). Sisa 4 bed saja," kata Koordinator Dokter Jaga RSPP Undana, Kupang, dr. Advent Mere.
Menurutnya, RSPP Undana memiliki ruang rawat pasien Covid-19 yang terdiri dari 16 kamar di ruang terkonfimasi dan ruangan suspect atau probable dengan rapid reaktif maupun kontak erat sebanyak 4 kamar.
dr. Advent mengatakan, meskipun nanti pasien penuh, RSPP Undana akan tetap buka untuk memberikan pelayanan tetapi tidak menerima pasien rawat inap sampai ruangan tersedia.
RSPP Undana, jelas dr. Advent, selama ini menerima pasien umum namun dengan kondisi rapid reaktif.
Dua Pasien Meninggal
Sebanyak dua pasien positif Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) meninggal, Kamis (7/1).