SMPN 6 Lembor Manggarai Barat Gelar Rapat Guru Bahas KBM Tatap Muka

Pihak SMPN 6 Lembor akan menggelar rapat bersama para guru guna membahas kegiatan belajar mengajar ( KBM) tatap muka

Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto SMPN 6 Lembor Manggarai Barat Gelar Rapat Guru Bahas KBM Tatap Muka
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Kepsek SMPN 6 Lembor, Frederikus Dhase Mosa

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Pihak SMPN 6 Lembor akan menggelar rapat bersama para guru guna membahas kegiatan belajar mengajar ( KBM) tatap muka, Rabu (6/1/2021).

Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 6 Lembor, Frederikus Dhase Mosa mengatakan, rapat tersebut direncanakan akan dilakukan pada 9 Januari 2021 mendatang.

"Rapat nantinya untuk memastikan apa yang diinstruksikan Kementerian Pendidikan lalu ditindaklanjuti oleh Dinas PKO Kabupaten Mabar atau bagaimana," katanya.

Baca juga: Kepala SMPK St. Yoseph Naikoten : Pertemuan Terbatas Siswa Harus Several Dimulai

Pihaknya dalam KBM pada semester 2 ini tetap memperhatikan dan mempertimbangkn Instruksi dari Dinas PKO Mabar.

Lebih lanjut, hasil pertemuan yang akan dilakukan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada orang tua dan wali para siswa.

Baca juga: Mikhael Bataona: Tenaga Honorer Dimobilisasi Secara Politik Balas Budi Politik Rezim di Daerah

"Kami laporkan kepada orang tua murid untuk mendapatkan persetujuan, karena dilarang untuk berkumpul," ujarnya.

Dijelaskannya, pada semester sebelumnya, saat pemerintah memberikan sinyal untuk KBM tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan dan atas persetujuan orangtua, sehingga kami langsung melaksanakan KBM tatap muka.

Namun demikian, kebijakan tersebut urung dilaksanakan lagi mengingat angka kasus positif Covid-19 yang bertambah di Kabupaten Mabar.

Menurutnya, SMPN 6 Lembor dapat melakukan KBM tatap muka namun melakukan pembatasan jumlah siswa dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, karena wilayah Kecamatan Lembor masuk dalam zona hijau Covid-19.

"Akan tetapi, yang selama ini saya lakukan di sekolah, terlebih karena kami masuk dalam zona hijau Covid-19 dan siswa yang berada dalam satu tempat atau wilayah, maka saya berpikir kami bisa lakukan KBM buka tutup," paparnya.

"Tetapi misalnya kalau rapat melihat Secara keseluruhan kabupaten Mabar angka Covid-19 meningkat, maka selama 1 bulan kami rencanakan untuk kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," jelasnya.

Sementara itu, Kadis PKO Kabupaten Mabar, Bernardus Dandur belum dapat dikonfirmasi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved