PILU Nian Kisah Wanita Cantik Ini, Dulu Jadi Kupu-Kupu Malam, Saat Covid-19 Malah Jual Ayam Geprek

Wanita yang disamar sebagai Maya ini, dulunya sebagai kupu-kupu malam. Saban hari ia harus melayani para pria hidung belang.

Editor: Frans Krowin
TRIBUNJATIM.COM/SUNDAH BAGUS WICAKSONO
STR (31), seorang wanita anak satu yang terpaksa menjadi kupu-kupu malam akibat ditinggal pergi oleh suaminya, tak henti-hentinya menangis saat diamankan petugas di kantor Satpol PP Surabaya, Jumat (21/7/2017) dini hari. STR terjaring razia saat menjajakan dirinya di sekitar bantaran rel kereta api Stasiun Tandes, Surabaya. 

PILU Nian Kisah Wanita Cantik Ini, Dulu Jadi Kupu-Kupu Malam, Saat Covid-19 Malah Jual Ayam Geprek

POS-KUPANG.COM - Banyak orang mungkin tak percaya akan kisah pilu wanita cantik yang satu ini.

Wanita yang disamar sebagai Maya ini, dulunya sebagai kupu-kupu malam. Saban hari ia harus melayani para pria hidung belang yang datang melampiaskan hasrat hati. 

Uang yang didapat pun tak main-main. Berkisar sampai satu juta per malam.

Namun saat ini semuanya sudah berubah. Pelanggan berkurang drastis, pendapatan yang diperoleh pun melorot tak karuan.

Ini semua karena virus corona yang sampai sekarang menjadi pandemi di Indonesia. 

Era pandemi corona ini memang telah membuat banyak orang di seluruh dunia kehilangan pekerjaan.

Di Indonesia, misalnya, tahun 2020 bisa dikatakan  tahun suram oleh banyak orang.

Tak cuma mereka yang tadinya bekerja di sektor formal yang terkena dampak pandemi, bisnis jasa esek-esek pun terkena imbas.

Sebuah organisasi pemerhati pekerja seks memperkirakan lebih dari 277.000 orang yang berkecimpung dalam profesi ini di Indonesia terdampak pandemi dan kehilangan pendapatan hingga 70 persen.

Kondisi ini membuat sejumlah PSK beralih profesi demi bertahan hidup, termasuk berbisnis kuliner.

Ilustrasi prostitusi
Ilustrasi prostitusi (NET/Tribun Medan)

Wartawan BBC News Indonesia, Muhammad Irham, menemui salah seorang PSK yang berjualan ayam geprek.

Banyak Konsumen Sudah Lupa Saya

Kawasan padat penduduk itu tak jauh dari bekas lokalisasi di ibu kota Jakarta.

Lorong-lorong dengan lebar dua bahu orang dewasa terkurung tembok-tembok rumah kontrakan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved