Breaking News:

Pemkot Gelar Natal Oikumene, Herman Ajak ASN Berkorban dan Rendah Hati

Pemerintah Lingkup Kota Kupang menggelar Perayaan Natal Oikumene di aula rumah jabatan Wali Kota Kupang, Senin (4/1/2020)

POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
NATAL OIKUMENE -- Pemerintah Kota Kupang gelar natal Oikumene secara virtual di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (4/1/2021). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Lingkup Kota Kupang menggelar Perayaan Natal Oikumene di aula rumah jabatan Wali Kota Kupang, Senin (4/1/2020).

Natal bersama ini dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, Sekretaris Daerah, Fahrensy P Funay, Para Asisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD, Anggota DPD RI Kota Kupang, Forkompinda Kota Kupang dan para ASN yang juga dilakukan secara virtual.

Ibadah natal ini dipimpin oleh Pendeta Yandi Manobe dengan penuh hikmat.

Baca juga: Terkait Vaksi Covid-19, Pemda Manggarai Timur Masih Menunggu Dari Pemerintah Pusat

Herman dalam pesan dan kesan natal menyampaikan dengan tema "Mereka akan Menamai-Nya Imanuel" dan pesan dari pendeta sangat cocok dan pasti dibawa pulang.

Natal ini, harus berubah kalau tidak perlu dipertanyakan.

Baca juga: Warga Nagekeo Budidaya Anggur Organik, Berikut Liputannya!

Ia mengatakan sebagai ASN perlu merefleksi bagaimana menjadi Imanuel dalam pekerjaan sehari-hari.

"Mari kita turun tangani persoalan-persoalan di kota Kupang, urun rembuk dalam persoalan," tuturnya.

Selanjutnya, harus rendah hati dan perlu ada pengorbanan. Korban waktu, tenaga, karena bekerja perlu mengorbankan, tidak selalu uang tapi juga perasaan.

Kata Herman, kemudian motivasi. Jadi harus ptimis bahwa covid akan hilang dengan adanya vaksin.

"Optimisme penting, optimis disandarkan pada manusia, beda dengan harapan yang disandarkan pada alva dan omega," ujarnya.

Ia mengajak para ASN mari berkorban dan rendah hati. "Pepatah tua mengatakan kita semua punya talenta, hanya ada yang besar dan kecil. Tapi talenta itu karunia Tuhan dan akan terus berada pada puncak bila rendah hati. Kalau sombong maka kita akan jatuh. Saya minta kita agar semangat meningkatkan pelayanan. Tugas saya memotivasi bersama-sama," kata Herman.

Kata Herman, di kota ini membangun membutuhkan super tim bukan super man. Jadi bila ada permasalahan harus ditangani bersama.
Natal, lanjutnya, bukan berkaitan dengan baju dan sepatu baru tapi hati, mainset pola pikir harus baru.

"Semoga bisikan bapa pendeta mampu mengubah pelayanan kita dalam semangat," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved