Sabtu, 2 Mei 2026

Kenalkan Den Harin, Pasukan Khusus Penjaga Presiden Soekarno, Lebih Hebat & Misetrius dari Kopassus

Kenalkan Den Harin, Pasukan Khusus Penjaga Presiden Soekarno, Lebih Hebat & Misetrius dari Kopassus

Tayang:
Editor: maria anitoda
istimewa
Kenalkan Den Harin, Pasukan Khusus Penjaga Presiden Soekarno, Lebih Hebat & Misetrius dari Kopassus 

POS-KUPANG.COM - Kenalkan Den Harin, Pasukan Khusus Penjaga Presiden Soekarno, Lebih Hebat & Misetrius dari Kopassus 

Jika berbicara tentang pasukan khusus Indonesia, yang banyak dikenal saat ini mungkin adalah Kopassus dari TNI Angkatan Darat.

Selain Kopassus, lainnya yang sering kita dengar seperti Kopaska yang dimiliki TNI Angkatan Laut, Denjaka, atau Paskhas.

Baca juga: Video Detik-detik Rudal Hantam Bandara Aden Saat Anggota Kabinet Baru Yaman Tiba dari Arab Saudi

Baca juga: Mahfud MD Sebut FPI Boleh Ganti Nama, Rocky Gerung Beri Reaksi, Singgung Hukum Kolonial

Baca juga: Ini Tawaran Gisel Yang Tidak Bisa Ditolak Michael Yukinobu Sebelum Bikin Video Hubungan Suami Istri

Namun, pernahkah Anda mendengar tentang pasukan khusus Den Harin?

Ternyata, diyakini bahwa Indonesia pernah memiliki pasukan elit tersebut, meski untuk penampakannya hingga kini belum ada dokumen yang menampakkan wujud dari pasukan tersebut.

Pasukan elit berjuluk Den Harin ini memiliki nama lengkap Datasemen Harimau.

Konon, Den Harin lebih ditakuti dari Kopassus.

Selain kehebatannya, Den Harin juga menarik karena dikenal sebagai pelindung terakhir Soekarno.

Seperti apa kisah pembentukan pasukan elit yang satu ini?

Melansir Tribun Jambi (7/11/2019), Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Belanda ingin kembali merebut kekuasaan.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 ternyata tidak diketahu secara merata.

Khususnya oleh rakyat Sulawesi Selatan karena masih jarang yang memiliki radio. Oleh karena itu pasukan NICA dan KNIL yang sudah dibebaskan oleh

pasukan Jepang dari tahanan memanfaatkan situasi minimnya informasi di Sulawesi Selatan itu untuk mengambil alih kekuasaan.

Pasukan NICA dan KNIl yang dengan cepat melakukan konsolidasi itu langsung memiliki pengaruh karena didukung persenjataan hasil rampasan

dari pasukan Jepang yang sudah menyerah kepada Sekutu. Pada 24 September 1945, pasukan Sekutu (Australia-Belanda) mendarat di

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved