Senin, 1 Juni 2026

Kenalkan Den Harin, Pasukan Khusus Penjaga Presiden Soekarno, Lebih Hebat & Misetrius dari Kopassus

Kenalkan Den Harin, Pasukan Khusus Penjaga Presiden Soekarno, Lebih Hebat & Misetrius dari Kopassus

Tayang:
Editor: maria anitoda
istimewa
Kenalkan Den Harin, Pasukan Khusus Penjaga Presiden Soekarno, Lebih Hebat & Misetrius dari Kopassus 

Makassar untuk melaksanakan misi pembebasan tawanan pasukan Belanda yang ditahan Jepang sekaligus melucuti persenjataan pasukan
Jepang.

Baca juga: Video Detik-detik Rudal Hantam Bandara Aden Saat Anggota Kabinet Baru Yaman Tiba dari Arab Saudi

Baca juga: Di Akhir Masa Jabatan, Donald Trump Bakal Bongkar Rahasia AS, Sebut Kata Alien, Benarkah Itu Nyata?

Baca juga: ZODIAK CINTA Besok Sabtu 2 Januari 2020, Capricorn Move On, Virgo Coba Lebih Peka, Aries Egois

Pasukan Sekutu itu selain membawa pasukan Belanda juga membekali diri dengan “surat sakti”, yakni Perjanjian Postdam yang ditandatangani pada
26 Juli 1945. Isi perjanjian Postdam itu menyatakan bahwa “wilayah yang didudukI musuh” (occupied area) harus dikembalikan kepada penguasa semula.

Jika isi perjanjian itu dikaitkan dengan Indonesia, berarti pasukan Jepang harus mengembalikan Indonesia kepada Belanda.

Singkat kata Belanda memang ingin menguasai Indonesia lagi dan menjadikan Makassar sebagai ibukota Negara Indonesia Timur.

Para pejuang kemerdekaan di Makassar pun kemudian membentuk pasukan perlawanan demi melawan pasukan Belanda.

Pasukan perlawanan yang saat itu berhasil dibentuk untuk mempertahankan kemerdekaan RI adalah Laskar Pemberontak Rakyat
Indonesia Sulawesi (Lapris).

Salah satu pejuang Lapris yang kemudian gugur dan menjadi pahlawan nasional adalah Robert Wolter Mongisidi.

Karena perlawanan pasukan Lapris selalu berhasil dipukul mundur oleh pasukan Belanda, kekuatannya menjadi terpecah-pecah.

Pada serangan militer Belanda yang dilancarkan pada 8 Agustus 1946, kubu pasukan Lapris yang berada di Gunung Ranaya berhasil dihancurkan

dan para pejuang Lapris pun memilih turun gunung Mereka kemudian melanjutkan perlawanan melalui taktik peperangan
secara gerilya.

Baca juga: Video Detik-detik Rudal Hantam Bandara Aden Saat Anggota Kabinet Baru Yaman Tiba dari Arab Saudi

Baca juga: Di Akhir Masa Jabatan, Donald Trump Bakal Bongkar Rahasia AS, Sebut Kata Alien, Benarkah Itu Nyata?

Baca juga: Ini Tawaran Gisel Yang Tidak Bisa Ditolak Michael Yukinobu Sebelum Bikin Video Hubungan Suami Istri

Baca juga: ZODIAK CINTA Besok Sabtu 2 Januari 2020, Capricorn Move On, Virgo Coba Lebih Peka, Aries Egois

Salah satu personel yang terus bertempur secara gerilya adalah Maulwi Saelan, yang kelak menjadi pengawal pribadi Presiden Soekarno.

Maulwi yang pada puncak kariernya berpangkat kolonel juga menjabat sebagai Wakil Komandan Pasukan Pengawal Presiden, Cakrabirawa.

Setelah turun gunung dan kembali meneruskan perjuangan ke Makassar, Maulwi dan rekan-rekan seperjuangan kemudian mencari nama baru bagi

pasukan gerilyanya yang juga merupakan pasukan khusus itu. Karena pada masa penjajahan Jepang Maulwi dan rekannya suka

menonton film yang ada harimaunya, pasukan gerilya Maulwi kemudian dinamai Pasukan Harimau Indonesia.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved