Breaking News:

Darius Beda Daton: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Diimbangi Pelayanan

Darius Beda Daton: kenaikan iuran BPJS Kesehatan diimbangi dengan pelayanan

POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO
Kepala Ombudsman Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, SH 

POS-KUPANG.COM - Kepala Ombudsman Perwakilan NTT Darius Beda Daton, SH mengatakan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta mandiri yang mulai berlaku awal tahun 2021 harus sebanding dengan peningkatan pelayanan dari pihak rumah sakit.

Pasalnya kenaikan iuran BPJS tersebut permintaan rumah sakit berdasarkan hitungan Aktuaria. Berdasarkan hitungan real cost rumah sakit bagi para pasien lebih tinggi daripada jumlah yang disubsidi.

Baca juga: Lelaki Berusia 59 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Diduga Ini Penyebabnya

Tarif BPJS ditentukan oleh pemerintah. Tetapi menurut rumah sakit, tarif yang ditentukan pemerintah itu, jumlahnya terlalu kecil. Tidak sesuai dengan real cost pembiayaan pasien di rumah sakit.

Oleh karena itu, pihak rumah sakit meminta agar iuran BPJS dinaikan. Kenaikan iuran BPJS sesuai hitungan real cost rumah sakit merupakan hal yang wajar.

Baca juga: Pembangunan Terminal Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu Dilanjutkan Tahun Depan

Untuk wilayah NTT diperkirakan 80 persen pemilik kartu BPJS merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), disubsidi oleh APBN dan APBD. Sedangkan, kenaikan iuran BPJS dikhususkan bagi Peserta Mandiri. Peserta Mandiri merupakan anggota yang masuk dalam kategori orang mampu.

Jangan sampai iuran sudah naik, rumah sakit masih beralasan ketika pelayanan kurang baik. (cr5)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved