15 Tersangka, Empat Buron Penyerangan Rujab Kapolres Nagekeo
Sebanyak 15 tersangka, empat buron penyerangan rumah jabatan Kapolres Nagekeo
Sebanyak 15 tersangka, empat buron penyerangan rumah jabatan Kapolres Nagekeo
POS-KUPANG.COM | MBAY -Penyidik Polres Nagekeo menetapkan 15 orang sebagai tersangka kasus penyerangan Rumah Jabatan (Rujab) Kapolres Nagekeo di Danga, Kota Mbay, Jumat (25/12/2020) lalu. Sebelas tersangka telah dijebloskan dalam sel tahanan, sedangkan empat orang masih buron.
Kapolres Nagekeo, AKBP Agustinus Hendrik Fai, SH, MH mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan.
Ia menyebut Rujab Kapolres Nagekeo diserang sekelompok pemuda asal Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa. Pelaku diduga dalam keadaan mabuk. Sejumlah fasilitas, termasuk mobil dan sepeda motor rusak.
Baca juga: Dandim Perintahkan Anggota Dukung Pemkot Kupang
"Iya, sudah tetapkan 15 orang tersangka. Pemicunya masih didalami dan yang sudah berkeluarga 2 orang. Dari 15 tersangka, baru 11 yang sudah status tahanan ya, 4 orang lainnya dalam pengejaran," jelas Kapolres Hendrik, Senin (28/12).
Mengenai motif, Kapolres Hendrik mengatakan, peniyidik masih mendalami. Ia mengimbau masyarakat menjaga Kamtibmas agar selalu kondusif.
Baca juga: KABAR GEMBIRA: Gaji ASN Minimal Rp 9 Juta
"Diharapkan masyarakat tenang dalam menyongsong Tahun Baru. Tidak ada arak arakan atau melaksanakan pesta pada malam pergantian tahun dan tetap menjaga ketentraman di lingkungan masing-masing," ujarnya.
Terpisah, Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja prihatin dan sangat kecewa terhadap sejumlah pemuda yang menyerang Rujab Kapolres Nagekeo. Menurutnya, wajah Nagekeo terscreng.
"Bupati dan wakil bupati serta kita semua, harus tercoreng mukanya, karena beberapa malam lalu, sekelompok anak muda, orang-orang kita, bisa datang bergerombol melempari rumah jabatan Kapolres Nagekeo," ujar Wabup Marianus di Desa Odaute Kecamatan Nangaroro, Minggu (27/12).
Ia menegaskan, kejadian itu menjadi atensi ke depan. Keluarga sebenarnya harus memperhatikan anak-anak, jangan membiarkan mereka melakukan kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
"Saya prihatin dan sangat kecewa. Ini terjadi karena lingkungan dan keluarga kita yang kurang kondusif. Budaya "ka punu inu deri" (nasihat saat makan bersama dalam keluarga) mulai hilang. Sambil makan, bisa omong-omong. Orang tua tahu jam sekian anak saya di mana. Usia anak sampai jelang menikah, itu adalah tanggung jawab kita orang tua. Sanitasi yang buruk berdampak pada gagal tumbuhnya kecerdasan anak," ujarnya.
Wabup Marianus menyatakan, kita ingin wisatawan datang ke Nagekeo yang akan menginap namun sangat tidak elok ketika di Nagekeo situasi dan kondisi tidak kondusif.
"Kita mau jadi daerah wisata. Kita mau orang datang bawa uang. Orang harus datang dengan gembira di Mbay. Kalau "papa kola" (berkelahi) tiap hari kita "mona dapa doi" (tidak dapat uang). Kalau tidak nyaman, sama saja. Hanya bersama orang lain, kita bisa hidup," katanya.
Ia mengajak semua masyarakat menjaga Kamtibmas. Hindari segala bentuk kegiatan yang tidak produktif. Jaga ketentraman dan saling menghargai.
"Saya minta tolong jaga Kota Mbay tetap sejuk. Kita perlu fokus untuk Mbay, ibu kota kita, sa'o pu'u kita. Ka punu inu deri harus dilestarikan lagi," pesannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kapolres-nagekeo-imbau-warga-wajib-pakai-masker.jpg)