Dandim Sumba Timur Serahkan Rapid Test Antigen ke Dinkes Sumba Timur

Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto, S.E., M.I.Pol menyerahkan bantuan rapid test

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Dandim 1601 Sumba Timur , Letkol Czi.Dr. Dwi Joko Siswanto, S.E,. M. I.Pol menyerahkan bantuan Rapid Test Antigen kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur di Makodim setempat, Selasa (22/12/2020). 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto, S.E., M.I.Pol menyerahkan bantuan rapid test Antigen ke Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Sumba Timur melalui Dinas Kesehatan setempat. Bantuan yang diserahkan ini sebanyak 700 rapid test antigen.

Penyerahan ini berlangsung di Makodim 1601 Sumba Timur, Selasa (22/12/2020).

Dandim Dwi Joko sendiri langsung menyerahkan Rapid Test Antigen ini dan diterima oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Nofriana B. J. Kilimandu,S.KM didampingi Lukas.

Baca juga: Jacki Uly Serap Aspirasi tentang UU Pilkada

Sumba Timur merupakan daerah yang pertama menerima bantuan Rapid Test Antigen. Bantuan ini juga merupakan bantuan dari Pangdam IX Udayana melalui Kodim 1601 Dandim Dwi Joko saat itu mengatakan, bantuan Rapid Test Antigen yang diperoleh dari Pangdam IX Udayana itu sebanyak 1000 dan diberikan ke Dinas Kesehatan Sumba Timur sebanyak 700.

Sedangkan 300 lainnya disiapkan sebagai cadangan pada saat Natal dan tahun Baru.

Baca juga: Presiden Jokowi Tunjuk Risma Gantikan Juliari Batubara

Menurut Dwi, Rapid Test Antigen itu merupakan bantuan langsung dari Pangdam IX Udayana dan akan digunakan untuk tracing terhadap semua kontak erat. Test rapid itu ada dua, yaitu Rapid Test Antigen dan Rapid Test Antibodi.

"Jenis yang kita terima dari bantuan ini adalah Rapid Test Antigen. Saya yang langsung ajukan permintaan ke Pangdam dan langsung dijawab, bahkan Rapid Test Antigen yang diberikan ini adalah Rapid Test Antigen terbaik dari empat yang direkomendasikan dari WHO," kata Dwi Joko.

Dijelaskan, antigen ini adalah bagian dari tubuh kuman dan swab antigen berarti pemeriksaan apus hidung untuk mencari bagian- bagian tubuh kuman termasuk virus.

Lebih lanjut dikatakan, awal dirinya melihat perkembangan kasus Covid-19 atau meningkatnya kasus positif Covid-19 di Sumba Timur terus meningkat dan salah satu yang perlu dilakukan adalah proses tracing.

" Itulah saya berpikir agar membuat langkah awal lebih dahulu agar bisa dideteksi. Di Sumba Timur banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) karena itu dengan Rapid Test Antigen ini bisa memudahkan kita untuk telusuri," katanya.

Dikatakan, ketika melihat perkembangan kasus Covid-19 di Sumba Timur, banyak yang menilai sebagai klaster pilkada, namun dirinya lebih menyebut sebagai event. Karena itu yang perlu dilakukan adalah tracing, sehingga jika hasil tracing ditemukan ada yang reaktif, langsung dilakukan swab.

"Penyebarannya sebenarnya bukan masalah pilkada tapi ketika selama masih ada kerumunan maka di situ berpotensi terjadi penularan.
Karena itu membutuhkan Tracing, Test dan Treatment (T3) yang merupakan tugas Dinas Kesehatan melalui puskesmas-puskesmas melakukan tracing. Jadi tahapan ini tidak boleh dibolak - balik," kata Dwi Joko.

Dikatakan, setelah ada hasil tracing yang reaktif, maka dilanjutkan dengan swab test. Karena itu, diharapkan jika tracing dilakukan secara baik, maka angka positif Covid-19 di Sumba Timur bisa ditekan.

"Jadi langkah pertama adalah tracing, setelah itu dikarantina mandiri sambil menunggu hasil swab, bagi yang reaktif," ujarnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, (P2P), Nofriana B. J. Kilimandu,S.KM menyampaikan terima kasih kepada TNI AD dalam hal ini Pangdam IX Udayana yang telah menyerahkan bantuan Rapid Test Antigen melalui Kodim 1601 Sumba Timur.

"Kami berterima kasih karena , telah peduli memberikan bantuan Rapid Test Antigen kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur" kata Kilimandu. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved