Kamis, 23 April 2026

Budaya Tionghoa: Ubah Nama Bisa Mengubah Nasib? Segera Simak Kisah Lengkap Berikut Ini

Ibunda yang sakit hati sudah tidak tahan lagi dengan kadar otak anaknya yang ia samakan dengan seekor udang. Kata nenek, ubah nama bisa jadi solusi.

Editor: Frans Krowin
Instagram @ruben_onsu
Ruben Onsu Dibikin Tak Bisa Tidur, Sarwendah Khawatir Lihat Perlakuan Betrand Peto pada Thania 

**

Kisah berbeda tentang pergantian nama juga datang dari Chin Foukin, seorang warga Guandong, China. Ia berusia sekitar empat tahun ketika namanya ditambahkan dengan karakter elemen 'logam.'

Sejak kecil, dirinya mengalami sakit paru-paru. Seorang ahli fengshui lantas menyarankan penyempurnaan nama, karena elemen logamnya yang tidak berimbang. Ajaibnya, penyakitnya langsung hilang dengan cara yang misterius. Hingga kini, ibunya yakin bahwa kesembuhan sang anak disebabkan oleh perubahan nama.    

Keyakinan ibunda Chin adalah gambaran umum terhadap keyakinan masyarakat Tionghoa terhadap ritual ini. Zhang Yan, seorang professor pemasaran dari National University of Singapore pernah melakukan penelitian ekstensif terkait fenomena psikologi unik di balik keyakinan tradisi perubahan nama ini.

Tidak ada bukti bagaimana cara kerja perubahan nama, kecuali efek plasebo yang kuat. Perubahan nama dengan segala warisan legenda di belakangnya membuat seseorang seakan-akan memiliki 'tenaga super' baru. Mereka menjadi semakin percaya diri, rajin bekerja, serta merasa seolah-olah memiliki kendali dalam menjalani hidup.

**

Tidak semua ahli Fengshui berpikiran bahwa perubahan nama adalah hal tahyul. Secara logika, nama yang baru juga bisa membantu seseorang lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Mak Ling-ling, seorang praktisi Fengsui terkenal asal Hong Kong mengatakan bahwa pergantian nama sama seperti mengganti pakaian yang mewakili kepribadian. Ia dapat membantu memberikan sebuah nama yang lebih kekinian dan unik. Dengan demikian, maka penyandang nama baru tersebut akan lebih kelihatan menonjol di antara ribuan aplikasi lamaran pekerjaan dengan nama-nama lain yang membosankan.

Kendati demikian, Mak juga memperingatkan para pengubah nama untuk tidak mengharap keajaiban instan. Sebagai contoh, orangtua yang ingin anaknya menjadi juara kelas, tidak akan bisa tanpa adanya usaha ekstra untuk menuju ke arah situ.

"Mengubah nama dapat membawa kepada kemudahan nasib, namun tidak akan melampaui hal fundamental yang dimiliki seseorang," demikian ujar Mak.

Ruben Onsu dan Sarwendah Tan pada momen ulang tahun ke-6 pernikahan.
Ruben Onsu dan Sarwendah Tan pada momen ulang tahun ke-6 pernikahan. (Instagram/ruben_onsu)

**

Seringkali orang lain melihat seseorang lebih hebat dari apa yang dirasakan sendiri oleh sang pemilik nama. Sebagai contoh, Chin Foukin yang terbebas dari penyakit paru setelah berganti nama. Meskipun ibunya meyakini itu sebagai penyebab, namun ia sendiri lebih memilih logika bahwa imun tubuhnya semakin kuat seiring bertambahnya usia.

Mandy Pang juga masih belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai setelah mengubah namanya. Ia akhirnya berhenti dari pekerjaan barunya yang baru digeluti selama sebulan dan memutuskan untuk melanjutkan studinya.

**

Di bagian lain Asia, tepatnya di Korea Selatan, telah terjadi 725.000 pergantian nama dalam kurun satu dekade terakhir. Tidak ada data statistik lebih lanjut mengenai motivasi tersebut. Namun menurut informasi, pergantian nama bagi lelaki dimaksudkan untuk lebih mudah mendapat pekerjaan, sementara untuk wanita dikhususkan untuk masalah asmara. Sebagaimana kisah dari Yu Do-hyung yang dipetik dari sumber voa-indonesia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved