Kamis, 23 April 2026

Budaya Tionghoa: Ubah Nama Bisa Mengubah Nasib? Segera Simak Kisah Lengkap Berikut Ini

Ibunda yang sakit hati sudah tidak tahan lagi dengan kadar otak anaknya yang ia samakan dengan seekor udang. Kata nenek, ubah nama bisa jadi solusi.

Editor: Frans Krowin
Instagram @ruben_onsu
Ruben Onsu Dibikin Tak Bisa Tidur, Sarwendah Khawatir Lihat Perlakuan Betrand Peto pada Thania 

Budaya Tionghoa: Ubah Nama Bisa Mengubah Nasib? Segera Simak Kisah Lengkap Berikut Ini

POS-KUPANG.COM -- Pada saat aku duduk di bangku kelas 4 SD, prestasi akademik tidaklah 'jelek-jelek amat.' Menjadi nomor 3 dari urutan terbawah, membuat diriku bukanlah yang terbodoh di dalam kelas.

Kendati demikian, ibunda tercinta tetap menanam bekas rotan pada kedua betis.

Permasalahannya karena dua urutan terbawah adalah golongan yang tidak naik kelas.

Aku sendiri, masih 'hoki' karena mendapat hukuman percobaan 3 bulan.

Tetap bisa naik ke kelas 5, namun jika gagal, maka akan diturunkan kembali ke kelas 4.

'Hoki' tidak diartikan baik olehku. Ibunda yang sakit hati sudah tidak tahan lagi dengan kadar otak anaknya yang ia samakan dengan seekor udang.

Kepasrahan meliputi, harus ada yang diperbaiki. Kata nenek, mengubah nama mestinya bisa menjadi solusi.

Dipanggilah seorang encek yang namanya sudah terlupakan. Mengakunya sebagai seorang ahli fengshui, tapi wajahnya lebih mirip seorang dokter dengan kacamata tebalnya. Nama pun berubah. "Cong," yang berarti 'setia,' disulap menjadi "Chong," yang berarti 'pintar.'

Tidak ada acara khusus, apalagi ritual serius. Kelas 6 SD, diriku lulus dengan rangking 3 teratas di kelas.

Hingga kini, peristiwa tersebut masih membekas bebas dalam benak teratas. Apakah ini adalah sebuah motivasi bagiku untuk memperdalam ilmu Numerologi? Tidak juga, karena semua terasa serba kebetulan.

**

Numerologi yang kupahami adalah Numerology Pythagoras. Konsepnya berdasarkan pemikiran filsafat dari Pythagoras yang juga dikenal sebagai bapak matematika modern. Falsafah dasarnya adalah angka dan abjad pada dasarnya memiliki energi yang disebut dengan kualitas angka.

Sementara keyakinan pergantian nama ala Tionghoa adalah bagian dari ilmu metafisika Tiongkok Kuno tentang aliran energi Lima Elemen (Wu-xing) dan prinsip keseimbangan (Yin-yang).

Seorang bayi akan diberikan nama, setelah analisis mendalam terhadap waktu kelahiran. Lima elemen Wu-xing (Logam, Kayu, Air, Api, Tanah) kemudian disandingkan dengan prinsip keseimbangan. Setelah menemukan elemen yang tepat, maka oretan aksara mandarin pada nama kemudian ditentukan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved