Kamis, 23 April 2026

Budaya Tionghoa: Ubah Nama Bisa Mengubah Nasib? Segera Simak Kisah Lengkap Berikut Ini

Ibunda yang sakit hati sudah tidak tahan lagi dengan kadar otak anaknya yang ia samakan dengan seekor udang. Kata nenek, ubah nama bisa jadi solusi.

Editor: Frans Krowin
Instagram @ruben_onsu
Ruben Onsu Dibikin Tak Bisa Tidur, Sarwendah Khawatir Lihat Perlakuan Betrand Peto pada Thania 

Prinsip Lima Elemen Wu-xing dan Keseimbangan Yin-yang pada sebuah nama, bukanlah sesuatu yang baku. Seiring waktu berjalan, elemen-elemen ini akan berubah. Perubahannya disebabkan oleh dua pemicu, yaitu eksternal (faktor kondisi alam dan semesta), serta internal (perubahan sikap perilaku akibat pengaruh orang lain di sekitarnya).

Jadi, teorinya adalah jika segala sesuatu berjalan tidak lancar, maka perubahan nama mandarin diperlukan dengan memasukkan elemen-elemen baru pada nama untuk mencapai keseimbangan agar nasib baik menghampiri.

Artis berzodiak Cancer, Lee Jong Suk dan Han Hyo Joo
Artis berzodiak Cancer, Lee Jong Suk dan Han Hyo Joo (ISTIMEWA)

**

Mungkin ada yang nyinyir, apakah ini efektif? Ilmu metafisika bisa saja menjadi sebuah pemahaman yang dahsyat, jika ditilik dari sisi esensi filsafat, bukan hasil akhirnya.

Bagaimana pun juga, tradisi pergantian nama pada masyarakat Tionghoa sudah menjadi sebuah hal yang cukup umum terjadi.

Dikutip dari bbc.com, pada bulan September 2020, Hong Kong mencatat tingkat pengangguran tertinggi selama hampir 16 tahun. Dampak pandemi plus situasi politik yang tidak stabil ditenggarai sebagai penyebab utamanya.

Menurut data biro kependudukan pemerintah, selama lima tahun terakhir jumlah aplikasi untuk pergantian nama selalu meningkat. Di tahun 2019, terdapat 1600 aplikasi. Sementara sembilan bulan pertama di tahun 2020, sudah mencapai 1252, alias peningkatan sebesar 5%. Apakah hal ini berhubungan dengan nasib sial para warga Hong Kong selama masa pandemi? Tidak ada laporan resmi.

**

Masih dari bbc.com, seorang warga Hong Kong bernama Mandy Pang. Pada bulan April 2020, ia dipanggil oleh bosnya melalui rapat Zoom. Warga berusia 29 tahun itu dipecat akibat kemerosotan ekonomi di Hong Kong.

Marah dan sakit hati melanda dirinya. Mandy kemudian memutuskan untuk mengganti namanya. Pada saat itu, ia masih dalam kesulitan mendapatkan pekerjaan. Atas saran ibunya, mengubah nama resmi diharapkan bisa membuang 'nasib sial' yang menyandera dirinya.  

Mandy berkata, "Kata teman ibu saya, nama baru dapat membantu saya menangkis 'orang-orang usil' yaitu mereka yang memiliki pengaruh negatif dalam hidupnya."

Bagi Mandy, makna di balik pergantian nama sangatlah penting. Legenda yang diturunkan dari para nenek moyang adalah setiap orang memiliki tanggal lahir yang dijadikan sebagai nomor stanbuk selama mereka berada di dunia ini.

Pada saat lahir, nomor stanbuk ini tidak berisikan apa-apa. Seiring waktu berjalan, setiap kegiatan yang dilakukan sejak hari pertama terlahir sebagai manusia, akan dicatat pada nomor stanbuk ini.

Adapun nama, adalah faktor kedua yang terpenting setelah tanggal lahir. Nama diyakini sebagai bekal utama seseorang untuk menjalani kehidupan. Bagaikan seseorang yang akan mengarungi samudra yang luas, bekal apa yang dibawa dalam perjalanan akan sangat memengaruhi mulusnya perjalanan. Bekal ini diharafiahkan sebagai nasib baik atau hoki seseorang dari berbagai aspek, seperti keuangan, kesehatan, kinerja akademis, hingga kehidupan asmara.

Jika bekal sudah 'habis' karena kesalahan diri sendiri atau dikerjain orang lain, maka tibalah saatnya untuk mencari bekal baru, atau hoki baru dengan mengubah nama. Tidak semua orang bisa mencari nama baru. Seharusnya saran berasal dari mereka yang memahami ilmu agar nama baru tidak justru semakin merosotkan. Ia harus terdengar bagus dengan elemen dan jumlah oretan karakter yang menguntungkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved