Atraksi Pasukan Berkuda Pemuda Ratenggaro Meriahkan Launching Livi In Desa Wisata Ratenggaro

Atraksi pasukan berkuda oleh puluhan pemuda Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Pasukan berkuda pemuda Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate dengan peserta acara launching livein kampung wisata Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate menjadi Desa Wisata Dunia. 

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Atraksi pasukan berkuda oleh puluhan pemuda Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya memeriahkan acara launching live in special guest Kampung Ratenggaro di Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo Sumba Barat Daya menjadi destinasi wisata dunia, Sabtu (12/12/2020).

Ditengah guyuran hujan, para pemuda Ratenggaro, Sumba Barat Daya, gagah perkasa , pantang menyerah, menunggang kuda dengan tangan memegang sebuah tongkat memperagakan adegan atraksi budaya pasola yang disambut tepukan tangan meriah para tamu yang hadir dan pekikan khas Sumba Payau, oleh ratusan warga yang berdiri berteduh dibawa tenda acara ataupun di rumah warga Ratenggaro.

Baca juga: Driver Sehati Berempaty Dengan Pesantren Tarbiyatul Mu Allafin di Tesbatan

Atrasi pasukan berkuda yang berlangsung selama kurang lebih 15 menit lamanya mendapat sambutan meriah para tamu yang hadir dan masyarakat Sumba Barat Daya yamg menyaksikannya. Walaupun dalam atraksi itu terjadi insiden kecil dimana salah satu penunggang kuda jatuh akibat kuda tersungkur karena licin diguyur hujan. Namun, demikian tidak menyurutkan semangat para pemuda Ratenggaro berlaga memeriahkan acara launching live in Kampung Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Sumba Barat Daya menjadi desa wisata dunia.

Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata (Asidewi), Andi Yuwono S.Sos.,M.Si dalam sambutannya mengatakan, Asidewi berkolaborasi dengan LiveIn mempersembahkan kegiatan lounching livein 12.12 soft launching special guest Kampung Adat Ratenggaro, menggelorakan tanah merapu menjadi destinasi wisata dunia.

Baca juga: Update Corona Sumba Timur - Bertambah, Satu Tim Kampanye Positif Covid-19

Menurutnya, ditengah pandemi covid-19 berkepanjangan ini pariwisata harus tetap bangkit disetiap sendi-sendi kehidupan masyarakat. Karena itu desa wisata harus bangkit. Sumba Barat Daya khususnya dan Sumba umumnya menjadi lokus yang dipilih karena pihaknya yakin dari tanah merapu ini, pariwisata akan bangkit seiring terbitnya matahari di ufuk Timur.

Desa wisata merupakan sebuah destinasi yang harus didorong dikuatkan bersama oleh semua pemangku kepentingan. Momentum hari ini bukan hanya sukses secara seremoni tetapi berharap negara hadir untuk membangkitkan desa-desa wisata di Indoensia termasuk di Sumba Barat Daya.
Baginya, acara hari ini adalah momentum mengembalikan marwah pariwisata Indoensia berawal dari pariwisata berbasis masyaraat yang berkelanjutan.

Ia berharap pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dapat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan desa wisata di seluruh Indonesia termasuk desa wisata di Sumba Barat Daya agar pariwisata SBD berkembang lebih maju ke depan.

Sementara itu Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Dr. Hari Santosa Sungkari mengaku kagum dengan keindahan alam, kelestarian adat dan budya masyarakat Kampung Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya. Pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian dan pengembangan desa wisata yang dimulai hari ini disini. Dan masyarakat adat harus menjadi pelaku utama pengembangan pariwisata yang berbasis desa.

Sedangkan Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete menyampaikan terimakasih banyak kepada Asidewi dan LiveIn yang memilih Ratenggaro sebagai titik awal pengembangan desa wisata di Indonesia. "Atas nama seluruh masyarakat Sumba Barat Daya saya menaruh hormat kepada Asidewi dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang memberikan atensi khusus kepada kami di Sumba Barat Daya. Keaslian adat dan budaya Sumba Barat Daya akan terus terjaga sebagai destinasi wisata kebanggan kita bersama," kata Bupati Kornelius.

Karena itu Bupati SBD, dr.Kornelius Kodi Mete meminta seluruh masyarakat SBD mendukung kegiatan pengembangan desa pariwisata di wilayah itu agar berkembang lebih maju ke depan.

Akibat hujan deras, acara launching live in Kampung Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate menjadi desa wisata dunia terpaksa diulur dan dilangsungkan di rumah jabatan bupati Sumba Barat Daya, dr.Kornelius Kodi Mete, Sabtu (12/12/2020) malam.

Acara itu tersebut dihadiri CEO LiveIn Maulidan Isbar, Kadis Pariwisata Provinsi NTT Wayan Darmawa, Wakil Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah, Ibu Bupati Trenggalek Ny. Novita Hardini, dan Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu, Ketua Asidewi Provinsi NTT Yanto Kore Mega, serta perwakilan Asidewi Provinsi dan Kabupaten di Indonesia.
Hadir pula perwakilan Telkomsel Sumba, para selebriti diantaranya Ibnu Jamil, Gita Virga, Marsha Hamrah dan youtuber Rony Arwani serta acara tersebut dipandu oleh host Putri Indonesia Provinsi Bengkulu 2019 Offie Dwi Natalia. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved