Sudah 10 Tersangka Pencurian Ternak di Lewa Ditahan Polisi

Penyidik Polres Sumba Timur sudah menahan 10 tersangka kasus pencurian ternak kerbau di Kecamatan Lewa

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kapolres Sumba Timur AKBP. Handrio Wicaksono, S. IK 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Penyidik Polres Sumba Timur sudah menahan 10 tersangka kasus pencurian ternak kerbau di Kecamatan Lewa. Saat ini ke-sepuluh pelaku telah diamankan di sel Mapolres Sumba Timur.

Hal ini disampaikan Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono, S.IK, Jumat (11/12/2020).

Menurut Handrio, dalam kasus pencurian ini ada 14 tersangka dan poliis telah berhasil menangkap 10 tersangka.

Baca juga: Belum Menang Sah Pilkada Solo Oleh KPU, Sosok Ini Sudah Tagih Hadiah ke Gibran Anak Jokowi, Apa?

"Empat pelaku sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tetap kita akan cari," kata Handrio.

Dijelaskan, ternak yang dicuri itu sebanyak 10 ekor. Kasus pencurian ternak itu terjadi pada Minggu (18/10/2020) lalu sekitar pukul 02.02 wita.

Baca juga: Pelatih Madura United Rahmad Darmawan Tak Menampik Pemainnya Diminati Klub Luar Negeri, Silakan ?

"Awal mula kasus ini terjadi pada 18 Oktober 2020 lalu, sekitar pukul 02.00 wita. Lokasi kejadian di kandang hewan yang terletak di belakang rumah milik Drs. Melkianus Ngg Ngunjurawa alias Melki tepatnya di RT 17/RW 7. Kita sudah berhasil tangkap 10 orang," kata Handrio.

Dijelaskan, sebelumnya polisi menangkap sembilan orang dan satu orang pelaku berhasil ditangkap pada Selasa (8/12/2020) dini hari.

"Dengan penangkapan satu pelaku ini, maka jumlah pelaku yang sudah kita tahan sebanyak 10 orang," katanya.

Dikatakan, kasus pencurian ternak itu terjadi di Kampung Patamawai, Dusun Dendu Mara , Desa Kondamara, Kecamatan Lewa. Polisi melakukan penyelidikan atas dasar laporan polisi No 53/X/Res.1.8/2020/Polda NTT/ Res.ST/ Sektor Lewa tertanggal 18 Oktober 2020.

Handrio mengatakan, dari hasil penyelidikan, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa dua ekor kerbau yang masih hidup dan satu ekor sudah mati.

"Ternak yang masih hidup, kita titipkan pada pemilik. Sedangkan, ternak yang sudah mati, kita ambil sampel berupa telinga sebagai bukti. Semua barang bukti itu diakui oleh korban sebagai pemilik," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved