SMATER Maumere Salurkan Logistik Bagi Pengungsi Erupsi Ile Lewotolok
l bencana dan dia dipercayakan untuk mengatur alur penggalangan bantuan dan donasi dari keluarga besar SMAK Frateran Maumere.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
SMATER Maumere Salurkan Logistik Bagi Pengungsi Erupsi Ile Lewotolok
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Perwakilan keluarga besar SMAK Frateran Maumere datang langsung ke Lembata untuk menyerahkan bantuan logistik bagi pengungsi erupsi Ile Lewotolok.
Perwakilan sekolah yang terdiri dari tiga orang guru dan empat siswa anggota OSIS itu tiba di Lewoleba, Selasa (8/12/2020) siang dan langsung membawa sebanyak satu truk bantuan logistik di Posko Utama Eks Kantor Bupati Lembata.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lembata Kanisius Making menerima kedatangan rombongan SMAK Frateran Maumere.
Kanis Making menyampaikan rasa syukurnya karena para guru dan siswa sudah datang jauh-jauh dari Maumere untuk membagikan cinta kepada para penyintas erupsi Ile Lewotolok yang sudah seminggu berada di posko pengungsian di Kota Lewoleba.
Sementara itu, Kristoforus Igo menguraikan bahwa bantuan kemanusiaan tersebut berasal dari semua keluarga besar SMAK Katolik Frateran Maumere yang terdiri dari guru, peserta didik dan kepala sekolah.
Guru Ekonomi dan Prakarya ini menandaskan bahwa logistik yang mereka bawa di antaranya adalah 1 ton beras, 200 dos mie instan, gula pasir, paket sembako, juga ada 20 paket berisi shampo, pasta gigi, popok bayi, kopi dan kebutuhan lainnya termasuk pakaian layak pakai.
Dikatakannya, sejak ada kabar meletusnya Gunung Api Ile Lewotolok, sekolah membentuk semacam panitia kecil bencana dan dia dipercayakan untuk mengatur alur penggalangan bantuan dan donasi dari keluarga besar SMAK Frateran Maumere.
"Sempat ada kesulitan koodinasi karena sekolah daring," ujarnya.
Kendati begitu, dia bersyukur karena logistik akhirnya terkumpul baik berkat kerja keras juga dari OSIS SMAK Frateran Maumere.
"Ini bentuk pembentukan karakter anak anak peserta didik di SMAK Frateran Maumere, bahwa memiliki sesama itu penting, kita latih mereka kalau sudah tamat itu harus saling menghargai, saling membantu," ujarnya.
Kristoforus mengakui kalau aksi kemanusiaan semacam itu bukan kali pertama dilakukan. Setiap kali ada musibah atau bencana alam, keluarga besar SMAK Frateran Maumere selalu terlibat.
Setiap tahun sekolah juga ada program sumbangan kepada panti asuhan dan hal-hal semacam ini sudah ditanamkan kepada para peserta didik sejak dini.
Salah satu Anggota OSIS SMAK Katolik Frateran Maumere Clara Agnesia Wahon mengakui bahwa para guru di sekolahnya selalu menekankan pentingnya berjiwa solider kepada sesama manusia.
Spiritualitas ini menurut Clara sudah ditanamkan dalam diri para peserta didik dan jadi salah satu fokus dalam pendidikan karakter.