Pemkab Lembata Siapkan Rp 200 Juta Rupiah Untuk Pakan Ternak
Sekda Lembata memastikan pemerintah daerah siap mengganti ternak warga yang mati karena dampak dari erupsi Ile Lewotolok
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Sekda Lembata memastikan pemerintah daerah siap mengganti ternak warga yang mati karena dampak dari erupsi Ile Lewotolok.
Menurut Tapobali, atas perintah Bupati Lembata, wilayah yang masuk kawasan zona merah atau kawasan radius empat kilometer dari dari puncak Ile Lewotolok belum diizinkan ada aktivitas di sana. Oleh karena itu, pemerintah juga bertanggungjawab terhadap ternak yang ditinggalkan di sana.
"Kadis sudah telusuri dan ditemukan ada banyak ternak yang kelaparan," tandasnya dalam konferensi pers di Posko Utama Eks Kantor Bupati, Kamis (3/12/2020).
Baca juga: KPUD TTU Lakukan Pengepakan Surat Suara
Sekda Tapobali pun meminta Kepala Dinas Peternakan Kanisius Tuaq untuk mengajukan rencana kebutuhan senilai Rp 200 juta untuk biaya pakan ternak.
Rencana kebutuhan ini kemudian akan ditandatangani oleh bupati.
"Perintah bupati ada ternak mati maka akan diganti," ujarnya.
Baca juga: TNI/PolrI Siaga Jelang Milad GAM Hari Ini PASANG Taktik Antisipasi Bendera Bintang Bulan Berkibar
Sementara itu, Relawan Taman Daun yang peduli terhadap ternak warga yang ditinggalkan akibat erupsi Ile Lewotolok, juga terus menyisir desa-desa di Ile Ape dan Ile Ape Timur.
Setiap hari mereka mencari ternak warga yang ditinggalkan akibat erupsi Ile Lewotolok dan memberi makan ternak-ternak tersebut.
Anna Lasar, Relawan Taman Daun, menyebutkan pasca erupsi Ile Lewotolok, banyak ternak yang ditinggalkan pemiliknya. Tak jarang pula, mereka menemukan ternak yang kelihatan kurus, kelaparan dan tak berdaya karena berhari-hari tak diberi makan.
"Kami relawan Taman Daun selalu pastikan semua ternak warga harus diberi makan. Kami siap pakan ternak dan ini semua untuk warga Ile Ape," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)