Musim Hujan BMKG Imbau Waspada Selalu
WILAYAH Nusa Tenggara Timur ( NTT) mulai memasuki musim hujan dengan intensitas sedang dan lebat
POS-KUPANG.COM - WILAYAH Nusa Tenggara Timur ( NTT) mulai memasuki musim hujan dengan intensitas sedang dan lebat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Stasiun Klimatologi Kupang Apolinaris Samsudin Geru, SP, MSi mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologis selama periode musim hujan 2020/2021.
"Bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor, angin kencang, puting beliung dan sambaran petir," sebut Apolonaris ketika dikonfirmasi via telepon, Selasa (1/12/2020) malam.
Baca juga: Korban Disambar Petir Carlos Soares Sakit Dada
Hal senada disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II A Kupang, Agung Sudiono Abadi, S.Si. Menurut Agung, petir merupakan fenomena alam yang sering terjadi ketika peralihan musim kemarau menuju musim hujan, dimana terbentuk awan cumulonimbus yang cukup banyak dan dapat menyebabkan hujan disertai petir serta angin kencang.
Agung menerangkan, petir biasa terjadi akibat pelepasan muatan listrik dari awan. Pada saat pelepasan muatan listrik tersebut maka, daerah pertama akan terkena petir adalah benda yang jaraknya paling dekat dengan awan. "Misalnya pohon yang tinggi atau orang yang berada di lapangan terbuka," jelas Agung.
Baca juga: Yanto Tewas Disambar Petir
"Ketika terjadi perubahan cuaca secara cepat yang terlihat dari gumpalan awan-awan seperti bunga kol berwarna gelap pekat dan udara dingin, sebaiknya masyarakat segera berlindung di tempat yang aman sesaat sebelum munculnya petir," tambahnya.
Agung mengatakan, saat ini hampir seluruh wilayah NTT sudah memasuki musim hujan, ditandai terjadi hujan disertai petir dan angin kencang.
Oleh karena itu, lanjut Agung, daerah pertemuan angin (konvergensi) di Pulau Timor serta didukung oleh kondisi atmosfer yang cukup labil dan kelembaban udara lapisan atas yang cukup basah mendukung terjadinya potensi hujan disertai petir dan angin kencang sesaat. (cr5)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/apolinaris-samsudin-geru-sp-m-si.jpg)