Breaking News:

Menyikapi Covid-19, Guru SMAN 2 Tasifeto Timur Belajar Google Form

Para guru SMAN 2 Tasifeto Timur, Kabupaten Belu belajar bersama tentang aplikasi google form

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Para guru SMA Negeri 2 Tasifeto Timur, Kabupaten Belu belajar bersama tentang aplikasi google form di ruang guru, Sabtu (28/11/2020). 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Para guru SMAN 2 Tasifeto Timur, Kabupaten Belu belajar bersama tentang aplikasi google form. Aplikasi ini dapat digunakan untuk melaksanakan ujian jarak jauh secara daring.

Langkah antisipasi yang dilakukan guru-guru SMAN 2 Tastim ini menyikapi data perkembangan Covid-19 di Kabupaten Belu yang terus bertambah sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek lewat media massa.

"Informasi tentang serangan Covid 19 di wilayah Kabupaten Belu yang diumumkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek, seperti diberitakan media Pos Kupang Rabu, 25 November 2020 ditanggapi serius para guru SMA Negeri 2 Tasifeto Timur, Belu", kata Kepala SMAN 2 Tasifeto Timur, B. Eustachius Mali Tae, S. Pd.

Baca juga: Gerardus Reo Terpilih Menjadi Ketua Komite SMA Recis Bajawa di Ngada

Menurut Mali, sesuai rencana, pada pekan pertama Desember 2020, sekolah tersebut akan mengadakan Ujian Semester yang akan diikuti 147 siswa. Sementara sudah 23 orang yang terdeteksi terserang corona virus yang sangat mencemaskan warga masyarakat kabupaten yang berbatasan dengan negara Timor Leste ini.

Itulah sebabnya, Kepala SMAN 2 Tasifeto Timur, B. Eustachius Mali Tae, S. Pd mengajak para guru di sekolah yang dipimpinnya belajar bersama aplikasi google form yang dapat digunakan untuk melaksanakan ujian jarak jauh secara daring.

Baca juga: Koramil Amanuban Tengah Bantu Air Bersih Warga Desa Nobi-Nobi

Kegiatan belajar besama google form ini diikuti 16 orang guru bertempat di ruang guru SMAN 2 Tasifeto Timur di Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Sabtu, (28/11/2020).

Kegiatan tersebut dipandu langsung kepala sekolah dibantu beberapa orang guru. Meski sedikit mengalami kendala namun gambaran singkat tentang langkah-langkah membuat google form mulai dipahami para guru.

"Memang sempat mengalami kendala, karena gangguan jaringan internet. Namun gambaran singkat tentang langkah-langkah membuat google form diikuti para guru dengan serius. Walau belum dipastikan akan menggunakan aplikasi ini pada ujian mendatang, namun para guru yang belajar bersama kepala sekolahnya tersebut berniat akan menghasilkan jenis ujian daring sesuai mata pelajaran yang diampuhnya", jelas Mali.

Mali menambahkan, SMAN 2 Tasifeto Timur ini didirikan 15 Juli 2013.
Status sekolah masih sebagai sekolah jauh dari SMAN 1 Tasifeto Timur di Wedomu. Siswa-siswi angkatan pertama berjumlah 30 orang. Tatap muka pembelajaran perdana dilakukan di sebuah gedung darurat yang dibangun secara gotong-royong oleh masyarakat Sadi dan sekitarnya.

Tahun kedua, sempat diijinkan salah satu ruang kelas milik SDK Sadi, hingga pada 2016 memiliki gedung sendiri yang digunakan pada tahun 2017. Setelah Agustus 2017 diangkat kepala sekolah defenitif. Jumlah siswa mulai bertambah hingga tahun ini mencapai 147 siswa. Jumlah guru 16 orang yang mayoritas tenaga honorer sementara ASN hanya dua orang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved