Penanganan Covid
Hampir 100 Persen Kelurahan di Kota Kupang Terkonfirmasi Covid-19
Kenaikan kasus positif Covid-19 di bulan ini sangat signifikan. Hampir 100 persen dari 51 kelurahan yang ada di Kota Kupang telah terpapar virus ini
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kenaikan kasus positif Covid-19 di bulan ini sangat signifikan. Hampir 100 persen dari 51 kelurahan yang ada di Kota Kupang telah terpapar virus ini.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (26/11/2020), menyampaikan hanya beberapa kelurahan yang belum terdapat kasus positif Covid-19.
Terbanyak ada di kecamatan Oebobo 120 kasus, Maulafa 103 kasus, Kelapa Lima 74 kasus, Alak 62 kasus, Kota Raja 60 kasus dan Kota Lama 34 Kasus. Jumlahnya sudah 453 kasus dari seluruh kecamatan.
Baca juga: Marthen Tualaka Pimpin Hanura TTS Lima Tahun Kedepan
Ernest mengatakan untuk menekan angka ini Gugus Tugas tidak bisa bekerja sendiri.
Pentahelix dalam hal ini Pemerintah, TNI/Polri, Akademisi, Pelaku Usaha dan masyarakat harus bersama-sama menangani ini.
Berbagai upaya, kata Ernest, sudah dan sementara dilakukan sesuai SOP baik oleh pemerintah atau Satgas maupun puskesmas dan dinas kesehatan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah sudah melakukan work from home dan work from office.
Baca juga: Rp 35,58 Triliun Bangun NTT Jokowi Serahkan DIPA
Pemerintah juga telah mengeluarkan Perwali Nomor 18 dan 90.
"Dengan itu diharapkan semua bersama-sama, masyarakat kooperatif, kita juga pemerintah, pelaku usaha, media, akademisi selalu bersama-sama. Kemudian masih harus dilakukan pendampingan semua produk perundang-undangan yang sudah dikeluarkan pemerintah," tururnya.
Kata Ernest, kemarin Wali Kota turun langsung untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sekitar satu atau dua hari kedepan akan menegakan aturan itu untuk per orangan, kelompok dan tempat-tempat usaha yang tidak mengindahkan Prokes maka akan ditindak.
"Kita juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi berkolaborasi untuk menekan angka ini. Karena berdasaeka grafik sudah 2000-an orang yang dilakukan swab. Bisa dibayangkan berapa banyak yang punya kemungkinan terpapar virus corona akhir tahun ini. Sementara sudah 4 puskesmas yang ditutup," kata Ernest.
Dikatakan lebih lanjut, pemerintah kota sementara menyiapkan rumah sakit darurat untuk menampung pasien-pasien yang tidak bisa ditampung lagi di rumah sakit - rumah sakit rujukan dan penyangga.
Dua rumah sakit tersebut di panti asuhan Nokmanekan dan yang dimiliki akeuskupan Agung kupang di Bello.
"Sementara inu dipersiapkan oleh Dinas Sosial, Kesehatan dan BPBD. Diharapkan masyarakat terlibat bersama-sama untuk menekan penyebaran angka Covid," ujarnya.
Sampai saat ini, untuk tenaga kesehatan sudah ada tenaga kesehatan baik dokter, perawat, apoteker dan pegawai administrasi terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga empat puskesmas ditutup untuk menekan dan mengisolir kemungkinan virus ini berpindah.
Semuanya sudah dikarantin, diharapkan hasilnya tidak ada lagi yang bertambah meskipun potensi tetap ada karena sudah hampir 2000 orang yang sudah dites.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tambah-enam-kasus-positif-covid-19-kota-kupang-waspada-kluster-perkantoran-dan-perbankan.jpg)