Breaking News:

Berita Belu Terkini

Pemerintah Kabupaten Belu Genjot Balik Lahan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengenjot pengolahan lahan masyarakat untuk persiapan musim tanam pertam

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
KADIS---Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Gerardus Mbulu 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA-----Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengenjot pengolahan lahan masyarakat untuk persiapan musim tanam pertama (MT-1) tahun ini. Dari target 1.200 hektare, realisasi sampai saat ini sudah 700-an hektare lahan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Gerardus Mbulu kepada Pos Kupang.Com, Rabu (25/11/2020). Menurut Gerardus, menyambut musim tanam pertama tahun ini, pemerintah membantu pengolahan lahan milik masyarakat di seluruh Kabupaten Belu. 

Realisasi sampai dengan saat ini sudah 700-an hektare sedangkan sisanya sekitar 400 hektare sementara diolah. 

"Realisasi pengolahan lahan kering sampai saat ini sudah 700-an hektare. Kita masih genjot lagi 400 hektare lagi sehingga target kita 1.200 hektare bisa tercapai", kata Gerardus.

Program balik lahan gratis ini sementara berjalan dengan mengkerahkan 19 unit traktor besar yang tersebar di delapan kecamatan. 

Menurut Gerardus, selain pengolahan lahan, pemerintah melalui dinas telah mendistribusikan benih jagung, padi dan pupuk kepada petani.

"Sampai saat ini kita juga sudah mendistribusikan pupuk, benih padi sawah, padi ladang dan jagung", ungkap Gerardus.

Lanjutnya, dari pantuan PPL di lapangan, ada petani di beberapa wilayah yang sudah menanam jagung. Petani mulai menanam jagung karena daerah itu sudah pernah hujan dalam beberapa minggu terakhir. Meski sudah mulai hujan, pemerintah mengharapkan kepada petani agar tetap memperhatikan curah hujan. Jika belum stabil sebaiknya ditunda penanaman hingga curah hujan benar-benar stabil. Hal ini untuk mengantisipasi gagal tanam dan gagal panen. 

Pasalnya, BMKG juga menganjurkan kepada petani agar menanam jagung dan padi ladang tetap menunggu hujan stabil. Sesuai perkiraan BMKG, kata Gerardus, curah hujan yang stabil itu akan terjadi di Januari 2021. 

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved