Kamis, 23 April 2026

Kunjungi Tiga Desa di Rinhat, SN-KT Pastikan Kecamatan Rinhat Perlu Dimekarkan

pendekatan pelayanan maka Kecamatan Rinhat perlu dimekarkan dengan nama Kecamatan Loro Alala dan ibu kotanya di Wekmurak.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Calon Bupati Malaka, Simon Nahak. 

Kunjungi Tiga Desa di Rinhat, SN-KT Pastikan Kecamatan Rinhat Perlu Dimekarkan

POS-KUPANG.COM I BETUN--Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka nomor urut 1 (satu), Dr. Simon Nahak dan Kim Taolin atau SN-KT setiap hari bersafari ke desa-desa melakukan kampanye.

Untuk kesekian kalinya Paslon SN-KT  mengunjungi wilayah Kecamatan Rinhat tepatnya di tiga desa yakni, Lotas, Naet dan Wekmidar. Kehadiran paslon ini untuk bertemu muka dengan pendukung dan simpatisan guna menyampaikan visi-misi jika dipercayakan warga memimpin Malaka 5 tahun kedepan.

Apabila dipercayakan maka untuk pendekatan pelayanan maka Kecamatan Rinhat perlu dimekarkan dengan nama Kecamatan Loro Alala dan ibu kotanya di Wekmurak.

Hal ini disampaikan Calon Bupati Malaka, Simon Nahak dalam kampanyenya di Rinhat, Senin (23/11).

Menurut Simon Nahak, atas nama SN-KT dirinya sangat terharu dengan penerimaan yang dilakukan warga di Rinhat. Dirinya tidak mau banyak bicara karena nanti dianggap cuma banyak mimpi.

Namun, katanya, sebagai calon pemimpin Malaka, dirinya perlu memberikan pencerahan kepada warga sebagaimana sudah tertuang secara lengkap dalam kemasan visi-misi.

Dalam hal tata pemerintahan di tingkat kecamatan, lanjut SN, setelah mendengar aspirasi dan melihat realitas lapangan maka  Kecamatan Rinhat sudah waktunya untuk dimekarkan.

"Apabila SN-KT dipercayakan warga Malaka memimpin lima tahun kedepan maka pemekaran Rinhat pasti dimekarkan. Nanti kecamatan pemekaran diberi nama Kecamatab  Loro Alala dengan  Ibu kota di  Wekmurak. Juga ikutannya pemekaran desa-desa. Ini terwujud tergantung dari dukungan warga di Rinhat untuk memenangkan SN-KT," ujar SN disambut warga dengan SN-KT menang.

Simon Nahak kemudian membentangkan  Visi- misi untuk membangun Rai Malaka lima tahun kedepan. Dirinya menyatakan soal Visi SN-KT adalah
terwujudnya Kabupaten Malaka yang berbudaya berkarakter, mandiri, berakhlak, dan berkeadilan yang sejahtera.

"Menjadi pemimpin Malaka harus tahu budaya. Kami sangat yakin bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan atau biasa disebut Vox Populi vox Dei. Dari visi ini kami jabarkan dalam Misi yang memuat 5 hal penting," kata Simon.

Misi pokok adalah menyediakam swasembada pangan.  Karena itu yang dilihat soal potensi daerah bersangkutan untuk kemudian disediakan kebutuhan air.

"Kalau Rinhat punya  pertanian maka diatur strateginya. Seorang pemimpin harus tahu persis potensi daerah. Strategi harus lihat apakah ada sumber mata air, tinggal turunkan ahli pengairan untuk survei  berapa debitnya sehingga ada program pipanisasi," jelas Simon.

Program lain dalam mendukung  Swasembada pangan adalah, peternakan. Potensi ini harus dikembangkan sehingga pemerintah siapkan program pendukung tepat sasaran.

Hal lain, beber Simon, memperkokoh adat istiadat dengan membangun balai adat. Pihaknya juga memperhatikan gaji para Fukun dan apa yang dibicarakan ini sudah disiapkan regulasinya berupa perda.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved