Breaking News:

Salam Pos Kupang

Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

KESEDIHAN dam duka masih dirasakan para tenaga medis di RSUD WZ Johannes Kupang setelah salah satu perawatnya meninggal dunia

Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - KESEDIHAN dam duka masih dirasakan para tenaga medis di RSUD WZ Johannes Kupang setelah salah satu perawatnya meninggal dunia. Paling menyakitkan adalah sang perawat meninggal karena terinfeksi virus Corona ( Covid-19).

Sedih yang mendalam lantaran sebenarnya penyakit ini bisa dicegah atau dihindari bila semua orang mentaati protokol kesehatan dan mau jujur ketika pertama datang memeriksakan diri ke tenaga medis

Kasus Covid-19 di Indonesia dan NTT sejauh ini tidak menunjukan penurunan. Bahkan jumlah kasus terus meningkat. Tercatat data terakhir, Minggu 15 Novemer 2020 tercatat sudah mencapai 463 ribu kasus atau penambahan 5.272 kasus dari hari sebelumnya.

Baca juga: Longsor Kikis Badan Jalan Nasional Ruteng-Borong

Total sembuh 388 ribu pasien dan meninggal dunia mencapai 15.148 atau terjadi penambahan 111 pasien.

Sementatra di Provinsi NTT tercatat 860 kasus, sembuh 593 kasus dan meninggal mencapai 14 orang. Jumlah tersebut akan terus bertambah jika protokol kesehatan masih saja diabaikan oleh masyarakat.

Baca juga: Kodim 1618 TTU Salurkan 60.000 Liter Air Bersih kepada Warga Biboki Anleu

Pemerintah sudah berulang kali mengimbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari ancaman Covid-19. Namun sejauh ini masyarakat belum mengindahkan protokol tersebut dan cenderung mengabaikan. Sikap meremehkan masalah kemungkinan menjadi pemicu dari sikap acuh masyarakat.

Sikap acuh ini bisa lihat dari hanya segelintir orang yang memakai masker di tempat umum. Kebiasaan mencuci tangan juga belum dilakukan dengan tepat. Apalagi penggunaan hand sanitizer jarang terlihat.

Kebiasaan berkumpul dan pesta juga masih dilakukan oleh masyarakat NTT. Di Kupang saja bisa kita lihat tempat-tempat yang sering meggelar pesta masih saja terima orderan tanpa aturan protokol kesehatan.

Sikap masyarakat acuh ini lantaran tak ada sanksi yang jelas bagi para pelanggar protokol kesehatan. Apalagi di NTT juga hampir tidak ada aturan dan sanksi mengenai protokol kesehatan

Bila kondisi ini dibiarkan maka jumlah kasus Covid-19 di NTT akan terus bertambah. Apalagi pelaku perjalanan juga masih saja pergi pulang ke daerah-dearah yang sudah masuk zona merah bahkan zona hitam. Bahkan saat kembali juga tidak melakukan isolasi mandiri.

Kita berharap agar pemerintah sebagai pemegang otoritas pencegahan penyebaran Covid-19 di NTT harus lebih bernyali dalam mendisiplinkan masyarakat. Harus ada pihak yang bertanggung jawab memaksa warga berdisplin. Abaikan HAM billa ingin selamatkan masyarakat.

Dan, kita sebagai masyarakat pun harus sadar bahwa penyakit yang disebabkan virus Corona atau Covid-19 ini belum ada obatnya dan vaksin yang disebut-sebut akan menjadi penghadang Covid-19 ini juga masih dalam proses bahkan polemik. Cara terbaik adalah jaga diri sendiri dan patuhi protokol kesehatan. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved