Hari Ulang Tahun ke 75, Brimob Untuk Indonesia
paramiliter ini awalnya terbentuk dengan nama Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsutai- Bahasa Jepang, Red) yang bertugas untuk melucuti
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
AKBP Ferdinand Pasuke mengatakan Brimob menorehkan banyak prestasi, terutama dalam hal menyukseskan pengamanan Pemilu Langsung 2019 yakni Pileg dan Pilpres serta Pilkada. Saat itu dilaksanakan pengamanan terpadu dan pengamanan ekstra. Menurutnya, itu satu hal yang tidak mudah, tentunya dengan hal seperti itu Brimob selalu terbuka menjadi mitra dan partner bagi masyarakat.
Untuk Brimob, tugasnya bukan hanya untuk pengurai massa tapi juga untuk tugas sosial yang lain khususnya tugas yang berkaitan dengan penanggulangan kerawanan berintensitas tinggi, terorisme, kelompok bersenjata seperti di Papua, Aceh, juga tugas pengamanan internasional seperti di Sudan. Intinya Korps Brimob juga bertugas memberi rasa aman dan rasa nyaman dalam kerjasama dengan seluruh komponen bangsa yang lain.
Di wilayah Polda NTT, jelas AKBP Ferdinand memang terdapat beberapa daerah yang menjadi perhatian bersama pimpinan sehingga dikembngkan kesatuan-kesatuan Brimob. Ada yang bertugas untuk menangani konflik sosial, tetapi ada yang bertugas untuk mendukung destinasi wisata, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada para wisatawan yang datang baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ke depan, jelasnya, Brimob akan dibesarakan. Menurutnya selama ini Brimob telah mempunyai dua batalyon dan satu detasemen gegana. Maka akan ditambah satu batalyon Brimob di Pulau Sumba.
"Kenapa demikian? Di NTT ada tiga pulau besar nih, ada Flores, Timor dan Sumba. Nah sekarang kan baru kita backup di Flores dan Timor, jadi kita harapkan di Sumba tahun depan sudah terbentuk," katanya.
Sesuai visi-misi presiden, jelas AKBP Ferdinand, Korps Brimob menjabarkan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kepolisian. Hal tersebut dimaksud agar Brimob ke depan lebih professional, sehingga dalam menangani tugas di lapangan tidak ada yang melakukan penyimpangan, sehingga terhindar dari kesalahan kesalahan. Itu yang utama.
AKBP Ferdinand menjelaskan, saat ini Korps Brimob masih mempunyai dua batalyon dan satu detasemen. "Ideal atau seharusnya kita punya personel sebanyak 2400 anggota. Tetapi saat ini kita baru punya 1500-an anggota. Nanti ke depan, Kapolri telah memerintahkan agar segera merekrut pemuda dan anak-anak kita untuk menjadi Polisi. Akan dipilih kriteria masuk untuk menjadi anggota Polri dan akan diseleksi lagi menjadi anggota Brimob sehingga bisa memenuhi kebutuhan," katanya.
Sesuai dengan Motto HUT ke-75 Brimob yakni Brimob untuk Indonesia, jadi kehadiran Brimob adalah satu untuk masyarakat. Ia mengatakan, karena Brimob itu juga dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Jadi Brimob bersama bersatu dan sinergi dengan masyarakat sehingga bisa menciptakan bersama Indonesia yang aman.
Jika ada selisih paham, katanya, atau jika memang ada informasi yang perlu ditindaklanjuti masyarakat maka laporkan kepada kami yang punya tugas dan kewenangan.
Baca juga: Dedari Family Festival 2020 Digelar Virtual
Baca juga: Diduga Pelaku Curanmor Diringkus Tim Buser dan Bhabinkamtibmas Polsek Kelapa Lima
Baca juga: Zodiakmu Termasuk? 4 Zodiak Ini Dikenal Suka Korbankan Perasaan, Mereka Lupa Bahagiakan Diri Sendiri
Karen itu, tugas Brimob ini selain fungsi kepolisian kita punya tugas pokok lagi yang berintensitas tinggi, karena apa? Karena kita dilengkapi dengan persenjataan yang canggih dan dengan sumber daya manusia yang terlatih.
AKBP Ferdinand mengatakan, harapannya agar Brimob bisa diterima oleh masyarakat Kupang dan NTT pada umumnya.
"Semoga keberadaan Brimob bisa diterima oleh masyarakat untuk bersama menciptakan keamanan dan kenyamanan hidup berbangasa dan bernegara. Saya mengajak kita bersama menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar bisa maju sesuai visi presiden yakni menjadi bangsa yang hebat dan maju. Dirgahayu Korps Brimob ke 75," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)