Ekspedisi Tunggal Jelajah Nusantara: Kulit Hitam Rambut Makin Gondrong
Muhammad Maahir Abdullah (25) menceritakan, berbagai kegiatan telah dilakukan selama Ekspedisi Tunggal Jelajah Nusantara
Maahir mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan hidup selama Ekspedisi Tunggal Jelajah Nusantara dirinya sempat bekerja. Kebutuhan hidup di Indonesia bagian barat dan timur jauh beda.
"Untuk memenuhi kebutuhan pokok saya kerja, jual merchandise dari teman-teman, hasilnya buat biaya hidup saya. Kalau saya bisa jual satu kaos, saya bisa hidup satu hari buat makan," katanya.
Selama melintasi 34 provinsi, Maahir paling lama berada di Papua. Maahir menceritakan, dirinya bertahan di Papua selama sembilan bulan.Di Papua, Mahiir membuat sebuah taman baca dan perpustakaan kecil.
"Jadi saya lama di situ. Itu nama kegiatannya saya giat literasi, saya menjelajah, saya buat taman baca. Itu salah satu bagian dari misi perjalanan ini," kata Maahir.
Usai menuntaskan Ekspedisi Tunggal Jelajah Nusantara, Maahir mengaku ingin disebut sebagai seorang penjelajah. Maahir mengklaim, selama dua tahun perjalanan, dirinya sendiri melakukan penjelajahan, bukan sekadar keliling Indonesia.
Dia mencontohkan, dalam banyak buku sejarah, Marcopolo dan Cristopher Columbus ditulis penjelajah, bukannya petualang. Alasannya tak lain karena keduanya melakukan perjalanan sekaligus melakukan ekspedisi di berbagai wilayah yang dikunjungi.
"Walaupun dia pakai kapal disebutnya penjelajah, karena mereka juga melakukan ekspedisi di tiap tempat yang dikunjungi. Berarti saya tidak bisa disebut pesepeda dong, disebutnya penjelajah," ucap Maahir.
Maahir mengatakan, selama ekspedisi tunggalnya, dia menggunakan sepeda merk Federal. Sepeda Federal merupakan sepeda produksi dalam negeri.Namun pabrik yang memproduksi sepeda Federal sendiri telah tutup pada tahun 1998.
"Ini sepeda legend, yang dulu sebuah kebanggaan bisa memiliki karena ini sepeda yang paling mahal. Ibaratnya barang mahal kala itu, barang yang susah dicari, dan harganya cukup mahal, itu produk dalam negeri," kata Maahir.
"Jadi saya bangga menggunakan produk itu untuk keliling Indonesia, dan saya bangga dengan komunitasnya yang solid," pungkas dia. (tribun network/genik)