Breaking News:

Penjelasan Bupati Agas Andreas Usai Meresmikan Jembatan Wae Laku Hulu

Penjelasan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas seusai meresmikan Jembatan Wae Laku Hulu

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Bupati Agas Andreas dan Wakil Bupati Jaghur Stefanus, Ketua DPRD Matim Yeremias Dupa foto bersama di Jembatan Wae Laku Hulu. 

Penjelasan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas seusai meresmikan Jembatan Wae Laku Hulu

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, SH.,MH didampingi Wakil Bupati ( Wabup) Manggarai Timur Drs Jaghur Stefanus meresmikan jembatan Wae Laku Hulu, di Desa Wae Nggori, Kecamatan Rana Mese, Selasa (10/11/2020) siang.

Hadir juga dalam acara peresmian itu, Ketua DPRD Manggarai Timur Yeremias Dupa berserta sejumlah Anggota DPRD Dapil Borong-Rana Mese, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Timur Ny Theresia Wisang, Kadis PUPR Kabupaten Manggarai Timur, Yos Marto, Camat Rana Mese, Maria Anjelina Teme, Kepala teknik BLUD-SPAM Manggarai Timur Paul Bero, Kepala Desa Watu Nggori, Konstantinus Rata dan Tokoh masyarakat Wae Nggori.

Baca juga: Warga Kabupaten Kupang Diminta Berjuang Melawan Kemiskinan dan Pandemi Covid-19

Bupati Agas usai meresmikan Jembatan itu mengatakan, jembatan itu dibangun untuk menghubungkan jalur Jati-Ndilek dengan panjang jalan sekitar 19 kilometer (Km). Perhatian untuk pembangunan jalan ini untuk mempercepat dan mempersingkat arus transportasi bagi masyarakat di Rana Mese.

Dikatakan Bupati Agas, dari panjang jalan 19 Km itu tinggal sekitar 15 Km yang belum diaspal. Pemerintah Daerah Manggarai Timur menargetkan pada tahun 2023 jalan Jati-Ndilek sudah dibangun aspal semua.

Baca juga: Tiga Tahun Menunggu BPN Belu Belum Terbitkan Sertifikat Tanah Dolviana Kolo

"Targetnya sebenarnya tahun 2022 sudah selesai pembangunan aspal jalan ini, tetapi karena Pandemi Covid-19, maka target saya tahun 2023 jalan ini sudah rampung. Peningkatan jalan ini karena untuk memperlancar transportasi bagi masyarakat di Rana Mese, masyarakat tidak lagi harus mengikuti jalan Nasional tapi mengikuti jalan ini dengan waktu yang lebih singkat,"ungkap Bupati Agas.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur, Yos Marto, kepada POS-KUPANG. COM, menambahkan anggaran untuk pembangunan jembatan yang dibangun pada tahun 2019 lalu itu dengan menelan anggaran Rp 2,8 miliar. Ditambah dengan pembangunan aspal lapen jalan sepanjang 500 meter, teflor jalan dan bangunan pelengkap berupa saluran mortal menelan biaya Rp 1,7 miliar sehingga total keseluruhan anggaran senilai sekitar Rp 4,5 miliar yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU).

Dikatakan Kadis Marto dengan dibukanya akses jalan dan juga terhubungnya jembatan Wae Laku Hulu ini, maka warga dari Comu atau Purang Ka dan masyarakat umum yang hendak ke Ibu Kota Borong dengan singkat waktunya dibandingkan selama ini mengikuti jalur Jalan Nasional memakan waktu lama.

"Meskipun kondisi badan jalan sebagian besar belum bagus, tapi kita akan secara bertahap bangun aspal Lapen, Sehingga akses transportasi masyarakat lancar dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang baik bagi masyarakat,"pungkas Kadis Marto.

Kepala Desa (Kades) Wae Nggori, Konstantinus Rata mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah membangun jembatan Wae Laku Hulu yang menghubungkan jalan Jati-Ndilek.

Menurut Kades Konstantinus, dengan pembangunan jalan Jati-Ndilek dan jembantan Wae Laku Hulu yang menghubungkan jalan itu tentu sangat membantu masyarakat dalam hal ini transportasi dari dan menuju Kota Borong pusat Ibu Kota Kabupaten Manggarai Timur semakin lancar dan mempersingkat waktu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved