Berita Maumere Terkini

Universitas Nusa Nipa Menuju ke Perguruan Tinggi Unggulan Bertaraf Nasional dan Global

tema yang diangkat dalam wisuda kali ini yakni membangun manusia berkarakter dan tangguh untuk Indonesia Maju.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
zoom-inlihat foto Universitas Nusa Nipa Menuju ke Perguruan Tinggi Unggulan Bertaraf Nasional dan Global
istimewa
Rektor Universitas Nusa Nipa Indonesia, DR.Ir. Angelinus Vinventius, M.Si.

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM / MAUMERE-Rektor Universitas Nusa Nipa, Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si dalam sambutannya saat wisuda 322 sarjana dan diploma di Kampus Universitas Nusa Nipa Indonesia di Maumere, Sikka yang diperoleh POS-KUPANG.COM dari Panitia Wisuda, Sabtu (7/11/2020) siang, mengatakan, tema yang diangkat dalam wisuda kali ini yakni membangun manusia berkarakter dan tangguh untuk Indonesia Maju. 

Kampus yang menyandang nama asli Pulau Flores yaitu “NUSA NIPA” yang artinya Pulau Ular / Pulau Naga terpanggil untuk membangun SDM anak bangsa terutama yang berasal dari kawasan regional Nusa Tenggara menjadi SDM unggul, cerdas dan mampu menemukan inovasi untuk dapat beradaptasi dengan tantangan zaman yang selalu berubah. 

“SDM tersebut juga harus berkarakter, memiliki kepribadian yang tangguh, yang dapat beradaptasi dan mampu untuk tetap eksis dalam arus perubahan zaman. Sekarang, kampus ini telah bertransformasi menjadi Universitas Nusa Nipa Indonesia dengan Visi yang baru untuk periode 2020–2025. Visi baru ini memberi penajaman kepada kenaikan mutu dan kualifikasi universitas unggul, yang terukur melalui kiprah di tingkat nasional.

Hal ini merupakan loncatan dari Visi sebelumnya pada periode 2015 – 2020 yaitu menjadi barometer intelektual yang khas dengan kebudayaan lokal Nusa Nipa dan pusat keunggulan (center of excellence) pengembangan kawasan Kepulauan Flores – Regional Nusa Tenggara,” kata Rektor Anjelinus.

Ia mengungkapkan, visi dan misi yang baru tersebut berupaya menempatkan kampus ini di level Nasional sebagai kekuatan intelektual dalam membangun masyarakat dan bangsa Indonesia. Pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan.

“Di tengah situasi kemajuan peradaban dunia tersebut, Indonesia kini sedang menyongsong bonus demografi. Bonus demografi tersebut berasal dari tenaga kerja produktif, di mana dalam kurun waktu 10 tahun mendatang, pada tahun 2030, kalangan pekerja berpendidikan dan terampil diprediksi akan menjadi jumlah mayoritas penduduk Indonesia. Proporsi terbanyak penduduk Indonesia adalah Lulusan perguruan tinggi yang memiliki kualifikasi untuk bekerja dan berkontribusi optimal di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, terdapat beberapa lembaga survei yang kredibel memprediksi Indonesia akan sejajar dengan Cina dan Amerika Serikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045, pada ulang tahun ke-100 kemerdekaan RI (Indonesia Hebat 2045).

Bangsa Indonesia menggantungkan harapan besar kepada Adik-adik untuk mengisi pos-pos angkatan kerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia.Namun bonus demografi tak akan datang dengan sendirinya. Diperlukan kebijakan dan strategi yang tepat agar Indonesia dapat menikmati bonus demografi tersebut, bukan justru terjerembab dalam malapetaka demografi (demographic disaster). Peran Perguruan Tinggi sebagai pusat akademik, penelitian dan inovasi teknologi baru juga akan semakin signifikan,” papar Rektor Anjelinus.

Ia menjelaskan, selaras dengan kemajuan dan tantangan zaman, setiap perguruan tinggi berupaya untuk melakukan inovasi. Universitas Nusa Nipa, salah satu misinya adalah mengembangkan sistem tata kelola perguruan tinggi yang baik, taat azas, modern dan profesional (good university governance) berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Ia mengatakan, mulai tahun akademik 2020/2021 Universitas Nusa Nipa mengimplementasikan beberapa kebijakan terbaru yaitu pertama, kebijakan Kampus Merdeka – Merdeka Belajar, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil yaitu selama 2 semester di luar universitas, dan 1 semester di luar program studi dalam universitas yang sama.

Proses pembelajaran berpusat pada mahasiswa (student centered learning) dengan orientasi membentuk hard skills dan soft skill yang kuat. Mahasiswa diberikan pengalaman belajar yang cukup (learning by experience) sehingga mahasiswa dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya. Mahasiswa yang mengambil program Kampus Merdeka dibebaskan dari kewajiban menyusun Skripsi.

Universitas menyadari bahwa dalam implementasi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks) di tengah masyarakat sangat dibutuhkan interaksi lintas disiplin, agar dapat menyelesaikan kompleksitas permasalahan (problem solving) kehidupan melalui berbagai perspektif.

Bahwa perbedaan program studi, pengklasifikasian atau taksonomi ipteks dimaksudkan agar hasil belajar dapat maksimal, terfokus, dan intensif, dan bukan merupakan belenggu intelektual yang dapat menghambat kemajuan ipteks itu sendiri. Para mahasiswa dan akademisi universitas agar mengembangkan sikap terbuka atas perbedaan budaya dan bidang ipteks, bersikap fleksibel, kooperatif, sehingga bisa menjadi lulusan yang mampu bekerja secara profesional di tengah masyarakat.

Kedua, model pembelajaran bauran (Blended Learning), yang merupakan gabungan antara metode pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran virtual (online) baik sinkronus maupun asinkronus. Pola pembelajaran online mulai digalakkan di tengah segala keterbatasan karena pandemi Covid-19 yang mengubah banyak hal dari kehidupan manusia.

“Ada sebuah situasi kenormalan baru yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Kegiatan komunikasi yang sebelumnya dilakukan hanya secara tatap muka di ruang-ruang kelas, kini sebagiannya telah digantikan dengan komunikasi yang dimediasi oleh teknologi. Namun, yang juga amat penting adalah kampus harus meraih output dan outcome pembelajaran yang berkualitas melalui proses pembelajaran tatap muka yang belum dapat digantikan dengan online, misalnya kegiatan praktikum, penelitian, bimbingan dan pembinaan karakter,” ujarnya.

Ia mengemukakan, dalam road-map pengembangan Universitas Nusa Nipa aksentuasi penguatan universitas terletak pada penguatan tata kelola dan peningkatan kesisteman. Universitas menerapkan paradigma baru pembelajaran yang menekankan pentingnya penguatan kompetensi pedagogik dosen, selain kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial juga menekankan penguatan karakter mahasiswa melalui penghayatan nilai-nilai wajib di lingkungan Kampus Universitas Nusa Nipa antara lain religius, nasionalisme, jujur, disiplin, kreatif dan inovatif, mandiri dan tangguh, peduli lingkungan, peduli sosial dan berwawasan global.

“Universitas juga menyelenggarakan kurikulum KKNI yang memperkuat pendidikan karakter, kewirausahaan dan pendidikan anti korupsi. Hal ini berkaitan dengan tuntutan bagi Para lulusan Universitas Nusa Nipa untuk dapat menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru yang memandirikan dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat. Kampus juga telah menerapkan metode pembelajaran paradigma baru abad 21 yaitu : pergeseran dari Teacher Center Learning kepada Student Center Learning, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan indikator pembelajaran berdasarkan Capaian Pembelajaran (Learning Outcomes).

Kampus  telah familiar dengan pembelajaran daring (e–Learning), e–Library, mengurangi penggunaan kertas (paper less), dan digitalisasi administrasi e–Campuz yang memudahkan pelacakan status administrasi akademik dan keuangan mahasiswa. Selain itu, berbagai sarana dan fasilitas kampus terus dibenahi, seperti laboratorium, perpustakaan, Lembaga Layanan Psikologi, Galeri Kampus untuk investasi pasar modal, Radio Kampus yang memiliki peralatan cukup lengkap namun masih menanti izin operasionalnya, lahan praktek pertanian, penataan lingkungan kampus yang semakin indah dan sehat, penataan gedung Sapientia (gedung kebijaksanaan) dengan fasilitas meeting room, fasilitas campus ministry, sarana perkantoran yang nyaman di LP3M, LP2M dan Pusat Bahasa UNIPA, peningkatan kualitas Bus Kampus UNIPA, adanya sarana kegiatan mahasiswa yang bernaung dalam wadah Badan Eksekutif Mahasiswa dan Badan Legislatif Mahasiswa UNIPA, serta Unit-unit Kegiatan Mahasiswa, seperti Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam UNIPALA, Paduan Suara SORANIPA, NIPA-Art, NUSA-NIPA Diving Club,  UKM Olah Raga, serta Kelompok-kelompok Diskusi seperti Komunitas GenBI, dan Komunitas Pers NIPA-Media. Mahasiswa tidak hanya dipacu untuk fokus menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3.5 – 4 tahun, melainkan juga diasah dalam pendidikan karakter dan budi pekerti, diberi ruang untuk belajar berorganisasi, serta dapat mengembangkan usaha rintisan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, mutu pendidikan di UNIPA senantiasa diupayakan untuk ditingkatkan. Saat ini, 100% program studi telah terakreditasi, dan sebanyak 13 prodi dari antara 19 prodi, atau 68,4% program studi telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan LAM PT-KES, dengan nilai B (Amat Baik). Demikian pula, Institusi UNIPA adalah institusi yang telah terkreditasi dengan nilai B (Amat Baik).

“Kampus UNIPA kini merupakan salah satu dari 68 kampus di Indonesia yang mendapat kepercayaan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk membuka Pusat Studi ASEAN, dan kiprah Pusat Studi ASEAN UNIPA semakin meningkat dari waktu ke waktu. Kampus Universitas Nusa Nipa Indonesia sedang dalam irama akselerasi menuju perguruan tinggi unggul bertaraf nasional dan berwawasan global,” paparnya.(ris)

Rektor Universitas Nusa Nipa Indonesia, DR.Ir. Angelinus Vinventius, M.Si.
Rektor Universitas Nusa Nipa Indonesia, DR.Ir. Angelinus Vinventius, M.Si. (istimewa)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved